WIKA Akan Bangun 8 Ribu Rumah di Arab Saudi

Rencana pembangunan rumah oleh WIKA merupakan satu dari empat nota kesepahaman yang diteken oleh pengusaha Indonesia dan Arab Saudi.
Image title
2 Maret 2017, 20:56
raja salman
Rusman/Biro Set Pres
Presiden Joko Widodo menemani Raja Salman dari Arab Saudi saat di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu, (01/02).

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dipercaya menggarap proyek perumahan di Arab Saudi senilai US$ 2 miliar. Dalam menggarap proyek tersebut, perusahaan pelat merah ini akan bekerjasama dengan perusahaan properti asal Arab Saudi‎.

Penandatanganan kerjasama kedua perusahaan berlangsung saat acara Business Forum yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dengan para pengusaha Arab Saudi di Grand Hyatt, Jakarta.

"Wijaya Karya tadi ada MoU dengan salah satu perusahaan Arab Saudi. Itu pembangunan kompleks perumahan, 8.000 rumah beserta fasilitas infrastrukturnya," ujar Ketua Umum KADIN Indonesia Rosan Roeslani di Jakarta, Kamis (2/3/2017).

(Baca juga: WIKA Raup Kontrak Rp 5,09 Triliun Sepanjang Januari 2017)

Kesepakatan itu merupakan satu dari empat nota kesepahaman yang diteken oleh pengusaha Indonesia dan Arab Saudi. Nilai ini lebih rendah dari yang ditargetkan sebesar US$ 9 miliar.

Selain pembangunan perumahan, kerja sama lain yang disepakati adalah pembangkit listrik tenaga biomassa senilai US$ 100 juta, pembangunan fasilitas kesehatan sebesar US$ 100 juta, dan fasilitasi haji dan umroh sekitar US$ 200 juta.

“Jadi total nilainya US$ 2,4 miliar atau sekitar Rp 32 triliun untuk tanda tangan MoU hari ini, ada empat,” kata Rosan.

Rosan menyatakan, semula memang ada beberapa nota kesepahaman lain yang akan diteken hingga nilai totalnya mencapai US$ 9 miliar atau sekitar 120 triliun. Namun, perwakilan Arab Saudi belum sreg untuk rencana pengembangan wisata di tiga kawasan, yakni Mandeh (Sumatera Barat), Tanjung Kelayang (Belitung), serta Mandalika (Nusa Tenggara Barat).

(Baca juga: 2017, Wika Bidik Nilai Kontrak Proyek Infrastruktur Rp 102,9 Triliun)

Sementara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa pemerintah memang tak hanya mendorong ekspor barang, melainkan juga pengiriman jasa ke Arab Saudi. Maka, WIKA akan mendapat dukungan penuh untuk menjalankan kontraknya kelak.

Persoalannya, Arab Saudi masih harus mempertimbangkan biaya logistik pengiriman bahan bangunan. Pilihannya, selain pengiriman langsung dari Indonesia, Arab Saudi mungkin akan menyediakan bahan bangunan sendiri. “Makanya kita lihat dari mereka. Apakah itu bahan bangunan yang akan dikirim atau bukan,” katanya.

(Baca juga: Indonesia - Arab Saudi Kaji Kemungkinan Perdagangan Bebas)

Reporter: Muhammad Firman
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait