Serahkan Bantuan Non-tunai, Jokowi: Biar Tidak Dikorupsi

"Jangan diberikan suami untuk beli pulsa sama rokok.”
Ameidyo Daud Nasution
23 Februari 2017, 14:46
Jokowi
Cahyo | Biro Pers Sekretariat Kepresidenan
Jokowi memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini meluncurkan program Bantuan Pangan Non Tunai secara serentak seluruh Indonesia. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis pada 1.879 keluarga.

Pada masyarakat yang hadir, Jokowi menjelaskan bahwa kini bantuan pangan diserahkan secara non tunai agar lebih tepat sasaran. “Dulu saja bisa bantuan (beras) seharusnya 10 kilogram malah diberikan 5 kilogram, sekarang non tunai lewat perbankan biar tidak dikorupsi," katanya di Gelanggang Olahraga Popki Cibubur, Jakarta, Kamis (22/2).

Program ini merupakan pengembangan dari Program Beras Sejahtera (Rastra) dan diberikan secara non tunai dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Besaran bantuan pemerintah adalah Rp 110 ribu tiap bulannya.

(Baca juga: Pemerintah Salurkan Beras dan Gula Subsidi Lewat Kartu di 44 Kota)

Saldo dalam kartu tersebut nantinya dapat digunakan di warung elektronik (e-warong) yang dikerjasamakan dengan bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). 

E-warong ini terdiri dari pedagang, agen bank, dan pihak lainnya yang ditetapkan sebagai tempat pembelian BPNT (Bantuan Pemerintah Non Tunai). Adapun warung elektronik tersebut saat ini akan menjual keperluan pokok seperti beras serta gula dengan harga terjangkau.

Masyarakat penerima sendiri pun dipermudah untuk membuat rekening bank agar penyaluran berlangsung lancar. Sosialisasi juga dilakukan untuk bertransaksi dalam menggunakan KKS serta pengambilan bantuan di e-warong.

Dalam sambutannya, Jokowi menyebut bahwa program ini menyasar 1,28 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total anggaran mencapai Rp 1,7 triliun.

(Baca juga:  Kemendag Pastikan Harga Gula Turun Sebelum April)

Untuk tahap awal, program ini dilakukan secara serentak di 44 kota. Namun, tahun depan pemerintah menargetkan 10 juta keluarga penerima bantuan yang tersebar di lebih banyak kota.

Jokowi juga meminta para penerima, yang semuanya wanita, agar menggunakan bantuan sosial untuk keperluan rumah tangga. Dirinya mengancam bantuan tersebut akan dicabut apabila digunakan untuk tujuan lain yang tidak bermanfaat.

"Jangan diberikan suami untuk beli pulsa sama rokok, begitu kami tahu ada yang pakai untuk itu akan dicabut. Setuju ya," kata Jokowi yang disambut kata setuju oleh para hadirin.

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan saat ini pemberian BPNT masih mencakup bahan pangan beras dan gula. Namun tidak tertutup kemungkinan nantinya akan ditambah dengan bahan pokok lain seperti minyak goreng atau telur.

"Jadi kalau sudah menerima uangnya jangan dihabiskan, mungkin bisa ditabung juga," kata Puan.

(Baca juga:  Harga Anjlok, Jokowi Minta Para Menteri Siapkan Tim Penyerap Gabah)

Sementara Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan saat ini ada sekitar 15.878 agen layanan keuangan serta laku pandai (brachless banking) yang siap memberikan bantuan dalam penyaluran bantuan non tunai ini. Agus juga mengatakan masyarakat akan diberikan sosialisasi mengenai penggunaan kartu serta mengambil bantuan di agen-agen tersebut.

"Bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kami juga akan mendorong kesiapan agen," katanya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait