Raja Arab Datang, Saudi Aramco Teken Kontrak Perluasan Kilang Cilacap

Raja Salman dari Arab Saudi akan datang dengan rombongan besar. Total akan ada 25 pangeran, 10 menteri, serta 1.500 anggota delegasi lain.
Ameidyo Daud Nasution
22 Februari 2017, 09:09
jokowi
Arief Kamaludin (Katadata)

Presiden Joko Widodo akan menerima kunjungan kenegaraan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dari Arab Saudi. Kunjungan tersebut dijadwalkan pada 1 - 9 Maret mendatang.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas T. Lembong mengatakan salah satu sektor yang dibahas adalah energi dan pertambangan. Di mana, kedua pemimpin Negara akan menyaksikan penandatanganan investasi Saudi Aramco dalam perluasan proyek kilang Cilacap senilai US$ 6 miliar.

Selain itu, akan ada beberapa kontrak lain dengan nilai mencapai US$ 1 miliar. "Ini contoh nyata hasil diplomasi Presiden dengan tim ekonomi," kata Lembong di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/2) kemarin.

Sementara, negosiasi antara Pertamina dengan Aramco soal Kilang Balongan dan  Dumai juga diklaimnya masih berjalan. (Baca juga:  Aramco Batal, Pertamina Garap Kilang Balongan dan Dumai Sendirian)

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Raja Salman dari Arab Saudi akan datang dengan rombongan besar. Total akan ada 25 pangeran, 10 menteri, serta 1.500 anggota delegasi lain.Dalam kunjungan kenegaraan tersebut Jokowi akan menganugerahi raja Salman dengan bintang kehormatan tertinggi Indonesia.

Hal itu, menurut Pramono merupakan balasan atas penghormatan yang diberikan oleh Raja Salman saat Jokowi berkunjung ke negaranya beberapa waktu lalu. "Karena ketika kunjungan ke sana, Presiden juga mendapatkan kehormatan tinggi dari kerajaan," ujarnya.

(Baca juga: Fasilitas Kilang Balongan Senilai Rp 1,8 Triliun Mulai Dibangun)

Selain investasi, Pramono juga menjelaskan akan ada beberapa kesepakatan lain yang dilakukan kedua negara. Di antaranya terkait promosi seni dan budaya, peningkatan frekuensi penerbangan kedua negara, penanggulangan kejahatan lintas batas, pertukaran ahli termasuk kesehatan haji dan umrah, serta promosi Islam moderat melalui dakwah dan pertukaran ulama. "Jadi ada lima kesepakatan," kata Pramono. 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait