BTN Siapkan Rumah Rp 75 Jutaan Di Semarang

Proyek pembangunan rumah seharga R 75 juta disesuaikan dengan plavon kredit mikro yang akan diluncurkan oleh BTN.
Miftah Ardhian
9 Februari 2017, 15:23
bank-btn-1.jpg

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan segera meluncurkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Mikro untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dalam program ini BTN juga akan menyiapkan rumah dengan harga sekitar Rp 75 juta di Semarang.

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, KPR Mikro akan segera diluncurkan pada bulan ini. Sasarannya adalah masyarakat yang termasuk golongan MBR atau memiliki penghasilan tidak tetap.

Maryono menjelaskan, karena plavon kredit hanya Rp 75 juta, maka proyek baru bisa dimulai di Semarang dengan menggandeng Perum Perumnas. Dalam program ini BTN tak hanya akan mengurusi pembiayaan melainkan turut juga dalam pengerjaan proyek dan penyaluran produk.

(Baca juga: Ditunjang KPR, SMF Tahun Lalu Raup Laba Bersih Rp 318 Miliar)

Hanya saja, Maryono belum bisa memastikan berapa unit rumah yang akan dibangun di Semarang ini, begitu pula dengan rincian luas tanah dan bangunannya. "Yang jelas, unitnya banyak. Karena satu unit itu perkiraannya Rp 50-75 juta. Mulai februari ini (berjalan)," ujar Maryono, saat ditemui di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Kamis (9/2).

Maryono kembali menjelaskan, KPR ini tidak bisa diberikan secara individu, melainkan harus mengajukannya melalui komunitas-komunitas. Dirinya mencontohkan, komunitas pedagang, nelayan, petani, dan sebagainya merupakan sasaran utama program tersebut.

Produk KPR Mikro ini nyatanya juga bisa digunakan untuk merenovasi rumah dan membeli rumah bekas. Jadi, bukan hanya untuk cicilan rumah baru. Yang pasti, uang muka atau Down Payment (DP) ditetapkan sekitar 10 persen dari harga rumah atau bahkan bisa lebih murah lagi. “Kalau untuk bunganya antara 6-7 persen," ujarnya.

(Baca juga:  BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Iuran Rp 55,37 Triliun Tahun Ini)

BTN pun menargetkan, penyaluran KPR Mikro ini dapat diminati masyarakat. Sehingga, target penyaluran kredit sebesar Rp 200-300 miliar bisa tercapai.

Maryono mengatakan, KPR Mikro ini juga diharapkan dapat membantu pertumbuhan industri properti, terutama untuk memenuhi kekurangan kepemilikan rumah di masyarakat Indonesia yang mencapai 13 juta unit.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan dukungannya pada program-program BTN, terutama program KPR Mikro. Ia berharap BTN dan BUMN lain dapat berkontribusi bagi program sejuta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah.

(Baca juga:  BTN dan Perumnas Siapkan Kredit Rumah Seharga Rp 75 Juta)

"Semoga bisa menjadi jalan keluar backlog 13 juta unit rumah yang dialami saat ini," ujar Rini.

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait