Kementerian Energi Siap Lelang Tiga Klaster Kilang Mini Tahun Ini

Kapasitas kilang mini berada pada kisaran 3.000 barel per hari dan hanya untuk mengolah solar.
Ameidyo Daud Nasution
8 Februari 2017, 18:17
Kilang Minyak
KATADATA
Kilang Minyak

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan tiga klaster kilang mini yang akan selesai dilelang pada tahun ini. Saat ini proses lelang telah berjalan di satu klaster, sementara dua lainnya akan menyusul.

“Target kita tiga dulu untuk tahun ini,” kata Direktur Pembinaan Usaha Hilir Kementerian ESDM Setyorini Tri Hutami di sela pameran Indogas di JCC, Jakarta, Rabu (8/2).

Kilang mini yang telah mulai dilelang adalah klaster VIII di Maluku. Namun Setyorini masih merahasiakan letak dua klaster lainnya.

(Baca juga: Lima Perusahaan Lolos Kualifikasi Lelang Proyek Kilang Mini di Maluku)

Ia mengatakan bahwa klaster VIII akan dijadikan percontohan agar pemerintah tahu bagaimana mengimplementasikan proyek kilang mini. Dirinya mengatakan sudah ada lima perusahaan yang telah lolos tahap kualifikasi dari total tujuh pendaftar.

Kelima perusahaan tersebut adalah PT Alam Bersami Sentosa, PT Tri Wahana Universal, KSO PT Remaja Bangun Kencana Kontraktor- Changling Petrochemical Engineering Design Co Ltd. Ada juga PT Aliansi Lintas Teknologi, serta dan KSO PT Harmoni Drilling Services- Oceanus Co Ltd.

Dirinya menargetkan dalam dua bulan ke depan paling tidak akan ketahuan siapa pemenang lelang ataupun proses seleksi yang dilakukan Kementerian ESDM. Untuk saat ini kelimanya telah mengambil dokumen seleksi proyek.

(Baca juga:  Dana Terbatas, Pertamina Hanya Bisa Danai 20 Persen Kilang Bontang)

“Dalam satu setengah bulan sudah harus susun studi kelayakannya, setelahnya kita lihat. Kira-kira dua bulan,” ujarnya.

Setyorini menjelaskan kapasitas kilang mini berada pada kisaran 3.000 barel per hari. Sedangkan jenis bahan bakar yang diolah adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar saja.

Dia menyatakan bahwa apabila kilang tersebut mengolah lebih dari satu bahan bakar maka akan bertambah kompleksitasnya. “Dan itu akan berpengaruh kepada keekonomiannya,” ujarnya. Setelah kilang mini terbangun, maka perusahaan dapat melakukan distribusi solar ke wilayah sekitar.

Jika mengacu Peraturan Menteri ESDM Nomor 22 tahun 2016 tentang pelaksanaan pembangunan kilang minyak skala kecil di dalam negeri, terdapat beberapa insentif  seperti penyediaan bahan baku, harga produk dan penjualan hasil produk. Untuk kilang yang dibangun di dalam klaster misalnya, perusahaan dapat memperoleh bahan baku dari lapangan di dalam klaster, termasuk yang berasal dari lapangan minyak marjinal.

(Baca juga:  Pacu Produksi, Pemerintah Lelang Kilang Mini)

Untuk klaster Maluku, minyak mentah untuk kilang rencananya berasal dari Lapangan Oseil dan Bula. Tahun 2015, kedua lapangan itu memproduksi minyak sekitar 3.700 barel per hari.

 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait