Produksi Minyak Sawit 2017 Ditargetkan Tumbuh 10 Persen

Tahun lalu produksi minyak sawit terganggu akibat el nino yang terjadi pada 2015.
Image title
31 Januari 2017, 18:41
Kelapa sawit
Arief Kamaludin|KATADATA
Kelapa sawit merupakan salah satu sektor unggulan yang menghasilkan devisa terbesar bagi ekonomi Indonesia.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memproyeksikan total produksi minyak sawit Indonesia tahun ini 38,7 juta ton. Angka itu terdiri dari produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) 35,5 juta ton dan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/PKO) 3,2 juta ton.

Proyeksi tersebut naik hampir 10 persen dibandingkan realisasi produksi minyak sawit pada 2016 lalu. “El Nino panjang yang terjadi di Indonesia pada tahun 2015 membawa dampak menurunnya produksi minyak sawit minyak sawit Indonesia pada tahun 2016,” kata Direktur Eksekutif Gapki Fadhil Hasan, Selasa, 31 Januari 2017.

Berdasarkan data yang diolah Gapki, produksi CPO tahun 2016 hanya mampu mencapai 31,5 juta ton dan PKO sebesar 3 juta ton sehingga total keseluruhan produksi minyak sawit Indonesia adalah 34,5 juta ton.

(Baca juga:  Harga Naik, Bea Keluar CPO Jadi US$ 18 Per Metrik Ton Bulan Depan)

Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 3 persen jika dibandingkan dengan produksi tahun 2015 yaitu 35,5 juta ton yang terdiri dari CPO 32,5 juta ton dan PKO 3 juta ton.

Secara umum, Fadhil menilai prospek industri minyak sawit di tahun 2017 diperkirakan masih cukup cerah. Sebab, pemerintah terus menggalakkan program mandatori bahan bakar nabati.

Jika mandatori bahan bakar nabati di Indonesia dan Malaysia berjalan dengan konsisten, maka penggunaan minyak sawit di dalam negeri kedua negara penghasil minyak sawit ini akan tinggi dan pasokan kepada pasar global akan berkurang. “Hal ini tentu saja akan mendongkrak harga sawit di pasar global,” ujarnya.

(Baca juga:  Investor Jepang Siap Gelontorkan US$ 90 Juta untuk Hilirisasi Sawit)

Selain itu, Sekretaris Jenderal Gapki Togar Sitanggang menyatakan bahwa konsumsi minyak sawit di dalam negeri akan meningkat dengan adanya kebijakan pemerintah yang mewajibkan penggunaan minyak goreng kemasan mulai April 2017 mendatang.

 “Kenapa saya bilang naik. Karena dengan kebijakan ini tidak bisa lagi jual curah, jadi tidak ada lagi menggunakan minyak goreng bekas,” katanya.

Reporter: Muhammad Firman
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait