Proyek Bandara di Tana Toraja Ditargetkan Rampung Tahun Depan

Pemerintah tak akan membangun otorita khusus untuk pengembangan wisata di Tana Toraja.
Ameidyo Daud Nasution
31 Januari 2017, 08:45
bandara wisatawan
Arief Kamaludin (Katadata)

Pemerintah akan membangun Bandara Buntu Kuni di wilayah Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Proyek ini ditargetkan rampung dalam setahun untuk menambah konektivitas ke daerah tujuan wisata tersebut.

Keberadaan bandara diharapkan  dapat memacu kedatangan turis berwisata ke Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Saat ini, untuk menuju Tana Toraja wisatawan biasa menempuh perjalanan dengan bus selama 8-9 jam dari Makassar.

Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan uji kelayakan tanah (soil test) pada lahan bandara Buntu Kuni. Dirinya menargetkan pada bulan April konstruksi bandara tersebut dapat mulai dikerjakan.

(Baca juga: Kejar 15 Juta Turis Asing, Kementerian Pariwisata Fokus ke ASEAN)

Advertisement

"Mungkin tidak lama, 2018 kami target selesai," kata Kalatiku ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (30/1) kemarin.

Kalatiku mengatakan apabila bandara tersebut telah rampung maka untuk sementara akan digunakan dalam lalu lintas penumpang domestik. Akan tetapi dirinya tidak menutup kemungkinan bandara tersebut akan berubah status sebagai bandara internasional. "Memang kalau bisa menjadi (bandara) internasional," kata Kalatiku.

Adapun Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembangunan infrastruktur pendukung wisata di Kabupaten Tana Toraja sesuai dengan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Luhut mengatakan salah satu model yang dapat digunakan dalam pengembangan bandara di wilayah Toraja ini adalah pengembangan bandara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. "Silangit itu bisa 18 ribu (wisatawan) per tahun," kata Luhut.

(Baca juga:  Kembangkan Dua Bandara, Pemerintah Berniat Jual Saham Angkasa Pura)

Luhut juga mengingatkan investasi di bidang pariwisata merupakan salah satu cara yang paling menguntungkan dalam mengejar devisa. Oleh sebab itu dirinya akan fokus membenahi kawasan pariwisata seperti Toraja saat ini. "Tidak kita buat otorita tapi akan kita kembangkan seperti Mandalika," katanya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait