Realisasi Investasi Tahun Lalu Melambat, Cuma Tumbuh 12 Persen

Tercapainya target 2016 membuat pemerintah optimis bahwa target investasi tahun 2017 sebesar Rp 678,8 triliun juga dapat terlampaui.
Miftah Ardhian
25 Januari 2017, 19:19
BKPM
Arief Kamaludin | Katadata

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi di Indonesia sepanjang 2016 mencapai Rp 612,8 triliun. Angka itu tumbuh 12,4 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 545,4 triliun. Pencapaian tersebut juga melampaui target yang dipatok sebesar Rp 594,8 triliun

"Makna strategis dari capaian positif realisasi investasi ini juga memperlihatkan kepercayaan investor terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia, serta prospek pertumbuhan ekonomi ke depan dapat terjaga dengan baik," kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (25/1).

Ia menuturkan, pertumbuhan realisasi investasi tahun lalu memang lebih rendah jka dibandingkan dengan tahun 2015 terhadap tahun 2014 yang sebesar 17,7 persen. Namun, menurutnya hal tersebut karena pemilihan presiden yang membuat investor menahan investasinya pada 2014. Akibatnya, grafik investasi tampak melonjak tinggi di tahun 2015.

(Baca juga: Jokowi Perintahkan BUMN Masuk Bisnis Digital)

Secara lebih rinci, dari total pertumbuhan investasi ini, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mengalami pertumbuhan sebanyak 20,5 persen atau sebesar Rp 216,2 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) naik 8,4 persen yakni sebesar Rp 396,6 triliun. Realisasi investasi ini berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 1,39 juta pekerja.

"Capaian ini memberikan optimisme bahwa bukan saja target tahun 2016 telah terlampaui, namun juga memberikan optimisme bahwa target tahun 2017 sebesar Rp 678,8 triliun dapat tercapai," ujar Deputi Bidang Pengendalian dan Penanaman Modal BKPM M. Azhar Lubis.

Azhar menjelaskan, berdasarkan sebaran lokasi proyek, realisasi investasi di Pulau Jawa sepanjang tahun 2016 masih mendominasi dengan pencapaian sebesar Rp 328,7 triliun atau 53,6 persen. Sementara realisasi investasi di luar pulau Jawa sebesar Rp 284,1 triliun atau 46,4 persen.

Secara keseluruhan, lima besar realisasi PMDN berdasarkan lokasi proyek berada di Jawa Timur sebesar Rp 46,3 triliun, Jawa Barat sebesar Rp 30,4 triliun, Jawa Tengah Rp 24,1 triliun, Banten Rp 12,4 triliun, dan DKI Jakarta sebesar Rp 12,2 triliun. Realisasi investasi ini disokong oleh investasi industri pengolahan yang memberikan kontribusi sebesar Rp 106,8 triliun atau 49,4 persen dari total PMDN.

(Baca juga: Mercedes Benz Mulai Rakit Sedan E-Class di Bogor)

Sementara, realisasi PMA berdasarkan asal negara masih didominasi oleh Singapura sebesar US$ 9,2 miliar. Disusul secara berturut-turut oleh Jepang dengan ralisasi US$ 5,4 miliar, Cina dengan realisasi sebesar US$ 2,7 miliar, Hongkong sebesar US$ 2,2 miliar, dan Belanda sebesar US$ 1,5 miliar.

Grafik: 10 Negara Asal Investasi Asing di Indonesia Periode Jan-sep 2016

Sedangkan berdasarkan lokasi proyek, realisasi PMA terbesar berada di Jawa Barat US$ 5,5 miliar, DKI Jakarta US$ 3,4 miliar, Banten US$ 2,9 miliar, Sumatera Selatan US$ 2,8 miliar dan Jawa Timur sebesar US 1,9 miliar. 

Lebih lanjut, Azhar menjelaskan, realisasi investasi sepanjang tahun 2016 ini turut disumbang oleh realisasi investasi di Triwulan IV 2016 yang sebesar Rp 159,4 triliun atau meningkat 9,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015.

Azhar merinci, realisasi investasi dari PMDN di Triwulan IV 2016 ini mencapai Rp 58,1 triliun atau meningkat 25,8 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, realisasi PMA mencapai Rp 101,3 triliun atau tumbuh 2,1 persen. 

(Baca juga: Efek Trump, Bunga Acuan Diproyeksi Tetap Sepanjang Tahun)

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait