Kembangkan Dua Bandara, Pemerintah Berniat Jual Saham Angkasa Pura

Bandara Kualanamu, Medan dan Bandara Sepinggan, Balikpapan akan dijadikan hub untuk menerima lebih banyak penerbangan internasional.
Miftah Ardhian
17 Januari 2017, 18:45
Bandara udara
Katadata

Pemerintah berencana menjual saham dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola bandara, yakni Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Hal ini dilakukan guna mendapatkan dana segar untuk mengembangkan Bandara Kualanamu, Medan dan Bandara Sepinggan, Balikpapan.

Hanya saja, pemerintah tak akan membiayai keseluruhan proyek pengembangan kedua bandara tersebut, melainkan mengundang investor untuk terlibat. Mekanismenya adalah dengan menjual saham Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

"Kita melepas sekian persen saham, tapi yang pasti tetap minoritas. Investor akan memasukan uang ke dalam perusahaan, yang merupakan split dari Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, uang tadi akan jadi investasi untuk mengembangkan bandara Kualanamu dan Balikpapan," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (17/1).

(Baca juga:  Garuda Incar Tiga Slot Penerbangan Jakarta – Tokyo – Los Angeles)

Modal yang masuk, menurut Budi, nantinya akan dialirkan untuk proyek pengembangan bandara. Pengembangan yang dimaksud adalah perbaikan sarana-prasarana, termasuk landasan pacu, sisi keamanan, dan terutama peningkatan teknologi aviasi.

Budi menyatakan bahwa jajarannya dan Kementerian BUMN telah berdiskusi mengenai rencana tersebut. Pemerintah menilai, pengembangan dua bandara ini perlu untuk menambah penghubung atau hub bagi penerbangan dari luar negeri ke Indonesia.

Grafik: Jumlah Bandara Per Negara (2016)
Jumlah Bandara Per Negara (2016)

Saat ini, hampir semua penerbangan internasional mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Budi menambahkan, selain untuk menjadi hub penerbangan dari luar negeri, pengembangan kedua bandara ini juga berpotensi menarik minat lebih banyak wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia.

(Baca juga: April, Seluruh Penerbangan Garuda Pindah ke Terminal 3 Soekarno-Hatta)

Budi mencontohkan, bandara Kualanamu akan digunakanan untuk menarik wisatawan asal India dan Kuala Lumpur. Sedangkan, bandara Balikpapan digunakan untuk merespons permintaan penumpang dari Jepang, Korea, dan Cina. "Dengan adanya dua bandara ini, kita punya daya tarik sendiri untuk mengembangkan banyak industri pariwisata," ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, adanya peningkatan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia juga akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah tujuan wisata tersebut. Selain itu, pemerintah juga akan memperoleh pendapatan dari kedatangan wisatawan ini untuk membangun infrastruktur lainnya. Pada akhirnya, hal-hal tersebut pun akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional. 

(Baca juga:  Aturan Belum Diubah, Tender Proyek ERP Jakarta Terus Berlanjut)

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait