Garuda Incar Tiga Slot Penerbangan Jakarta – Tokyo – Los Angeles

Persaingan pada rute transit incaran Garuda Indonesia yakni Tokyo – Los Angeles dinilai sudah ketat oleh maskapai-maskapai Jepang dan Amerika Serikat.
Pingit Aria
17 Januari 2017, 11:10
Pesawat Garuda
Arief Kamaludin|KATADATA

Maskapai nasional Garuda Indonesia masih menunggu izin rute dari Pemerintah Jepang agar penerbangan Jakarta - Los Angeles, Amerika Serikat dapat transit di Tokyo.

Direktur Operasi PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Novianto Herupratomo mengatakan bahwa saat ini maskapainya telah mengantongi dua slot penerbangan Jakarta – Los Angeles per pekan. Namun, perusahaan masih menginginkan tambahan satu slot lagi.

"Kami sedang menunggu izin rute dari Pemerintah Jepang untuk sektor Jepang-Amerika sedikitnya tambahan 1 kali per pekan. Saat ini sudah ada izin rute 2 kali per pekan," katanya saat dihubungi, Selasa (17/01).

(Baca juga: Jokowi Minta Abe Bolehkan Garuda ke Amerika Transit di Tokyo)

Novianto menjelaskan tambahan penerbangan satu kali per pekan itu akan membuat operasional Garuda Indonesia pada rute Jakarta-Tokyo-Los Angeles menjadi lebih layak secara bisnis atau feasible.

Dia memperkirakan lama perjalanan dari Jakarta menuju Los Angeles via Tokyo akan memakan waktu sekitar 21,5 jam. Rinciannya, Jakarta-Tokyo selama 7 jam, transit 2 jam dan Tokyo-Los Angeles selama 12,5 jam. "Untuk penerbangan ini, kami akan menyiapkan dua armada Boeing B777 300ER," tuturnya.

Novianto optimistis tingkat keterisian pesawat pada rute tersebut baru akan optimal pada 6 bulan setelah diluncurkan. Meski masih enggan menyebut target penerbangan perdana maupun keterisian kursi, ia menyatakan Garuda sudah menyiapkan sejumlah upaya agar dapat bersaing dengan maskapai lainnya.

(Baca juga:  Jepang Investor Kedua Terbesar)

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis Jepang akan memberikan izin bagi maskapai nasional Garuda Indonesia untuk membuka rute penerbangan Jakarta - Tokyo - Los Angeles. Budi mengatakan pemerintah Jepang saat ini mempertimbangkan usulan pemerintah Indonesia yang langsung disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

"Cukup baik kansnya apabila mereka bilang mempertimbangkan, biasanya kalau tidak sepakat mereka diam saja," kata Budi di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (16/1) kemarin.

Menurut Budi, slot transit di Tokyo penting sebab potensi tambahan penumpang di Ibukota Jepang itu dinilai cukup tinggi. "Apalagi Garuda Indonesia diapresiasi juga oleh masyarakat Jepang," katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta langsung kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe agar memperbolehkan maskapai nasional Garuda Indonesia transit di Tokyo sebelum melanjutkan penerbangan menuju Los Angeles (Amerika Serikat).

(Baca juga:  April, Seluruh Penerbangan Garuda Pindah ke Terminal 3 Soekarno-Hatta)

Hal ini diberitahukan Jokowi usai pertemuan bilateral di Istana Bogor, ahad lalu. "Indonesia meminta Jepang mempertimbangkan rencana konektivitas ini," kata Jokowi saat itu.

Sementara itu, Direktur Arista Indonesian Aviation Center (AIAC) Arista Atmadjati menilai rencana Garuda membuka rute baru ke Los Angeles cukup berat. "Di sana sudah ada Japan Airlines, Cathay Airlines, termasuk maskapai-maskapai dari Amerika Serikat itu sendiri," ujarnya.

Apalagi, lanjut Arista, Garuda juga seringkali mematok harga tiket yang lebih tinggi ketimbang kompetitor lainnya. Menurutnya, harga tiket yang terlampau tinggi menunjukkan adanya inefisiensi dalam operasional Garuda Indonesia. Dia menilai Garuda Indonesia harus segera melakukan evaluasi agar tarif yang dipatok nantinya dapat kompetitif.

(Baca juga: Indonesia Kedatangan 10,41 juta Turis Asing, Terbanyak dari Cina)

Rencana pembukaan rute baru Garuda Indonesia ini menyusul hasil positif audit standar keamanan dan keselamatan penerbangan dari Federal Aviation Administration (FAA) pada Agustus 2016 lalu. FAA menaikkan status Indonesia menjadi kategori 1 sehingga dapat melakukan penerbangan ke negeri Paman Sam.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait