Tiang Jembatan Bergeser, Truk Dilarang Melintasi Tol Cipularang

Selama tiga bulan, hanya kendaraan golongan I yang boleh melintasi Tol Cipularang secara penuh. Otoritas jalan tol mencari alternatif bagi kegiatan logistik.
Ameidyo Daud Nasution
23 Desember 2016, 13:18
Tol Cipularang, Jawa Barat
Ahmad Yunus | Katadata

Pemerintah memutuskan untuk membatasi beban kendaraan yang melewati tol Purwakarta - Bandung - Cileunyi (Purbaleunyi) atau yang biasa disebut Cikampek - Purwakarta Padalarang (Cipularang). Hal ini menyusul pergeseran tiang jembatan Cisomang yang berada di kilometer 100+700 tol tersebut.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan salah satu pilar jembatan tersebut bergeser 57 centimeter. Oleh sebab itu hingga 3 bulan ke depan hanya kendaraan Golongan I (mobil dan kendaraan kecil) yang boleh melewati ruas tol ini secara penuh.

"Mengingat penanganan yang memakan waktu 3 bulan maka sejak pukul 00.00 tadi hanya golongan I yang kita perbolehkan lewat," kata Arie saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (23/12).

(Baca juga: 2017, Wika Bidik Nilai Kontrak Proyek Infrastruktur Rp 102,9 Triliun)

Untuk itu, truk dan seluruh kendaraan golongan di atas I dapat mengambil jalur alternatif. Arie mengatakan kendaraan dari arah Jakarta menuju Bandung keluar di Gerbang Tol Sadang (kilometer 75+200) atau Jatiluhur (kilometer 84+600) lalu mengambil jalan biasa dan masuk kembali di Gerbang Tol Padalarang (kilometer 121+400).

Adapun untuk kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta keluar Gerbang Tol Padalarang atau Gerbang Tol Cikamuning (kilometer 116+700) lalu masuk kembali di Gerbang Tol Jatiluhur serta Gerbang Tol Sadang. "Jadi sementara sudah kami carikan solusi untuk logistiknya," kata Arie.

Grafik: Persentase Panjang Jalan Tol Menurut Wilayah Operasi Data per Agustus 2016
Persentase Panjang Jalan Tol Menurut Wilayah Operasi Data per Agustus 2016

Arie mengatakan sebenarnya batas toleransi pergeseran jembatan tersebut bisa mencapai 85 centimeter. Namun agar kondisi ini tidak semakin buruk maka diputuskan pembatasan golongan kendaraan yang melewati tol Cipularang.

(Baca juga: Ruas Tol Samarinda-Balikpapan Ditambah Hingga ke Bontang)

Dirinya juga menjelaskan, saat ini tim ahli sedang menangani kondisi tersebut dan Kementerian PU memerintahkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku operator untuk menempatkan petugas yang memantau langsung kondisi jembatan. "Dipantau terus 24 jam agar kalau terjadi apa-apa dapat langsung ditutup," kata Arie.

Ia menyatakan, penyebab pergeseran tiang jembatan ini belum diketahui secara pasti. Hanya saja, ada dugaan bahwa derasnya air sungai di musim hujan turut memperparah kondisinya.

Adapun Vice President Maintenance Jasa Marga Reza Febriano mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan penguatan pilar dengan material Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP). Adapun penguatan jembatan secara umum akan dilakukan bersama-sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Kami juga pasang instrumen pemantauan untuk mengetahui pergerakan pilar," katanya.

(Baca juga:  5 Ruas Tol Tak Penuhi Standar)

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait