2017, Wika Bidik Nilai Kontrak Proyek Infrastruktur Rp 102,9 Triliun

Wika telah menganggarkan Rp 12,01 triliun untuk Belanja Modal (Capital Expenditure/Capex) pada tahun depan.
Miftah Ardhian
23 Desember 2016, 12:46
Wijaya Karya
ARIEF KAMALUDDIN | KATADATA

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pasang target kontrak sebesar Rp 102,93 Triliun di tahun 2017. Angka itu naik 25,06 persen dibandingkan raihan kontrak Wika yang hingga akhir tahun ini mencapai Rp 82,3 triliun.

Direksi cukup optimistis angka itu akan terkejar mengingat banyaknya proyek infrastruktur yang sedang dan akan berjalan di penjuru negeri. "Kontrak yang akan dihadapi tahun 2017 adalah Rp 102,93 Triliun. Terdiri dari kontrak carry over 2016 Rp 59,67 triliun dan kontrak baru sebesar Rp 43,26 triliun," ujar Sekretaris Perusahaan Wika Suradi kepada Katadata, Jakarta, Jumat (23/12).

Grafik: Kebutuhan Pembiayaan Infrastruktur di ASEAN hingga 2030

Suradi menjelaskan, komposisi perolehan kontrak baru pada tahun 2017 mendatang berasal dari pemerintah sebesar 29,8 persen, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 30 persen, dan swasta 40,3 persen.

Di tahun 2017, Wika juga memproyeksikan target penjualan sebesar Rp 25,74 triliun. Angka ini naik cukup tinggi yakni sebesar 32,81 persen jika dibandingkan dengan target tahun 2016 yang hanya sebesar Rp 17,29 triliun.

Sementara itu, Wika pun memproyeksikan, laba yang bisa diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk Tahun 2017 adalah sebesar Rp 1,21 triliun. Kemudian, untuk Belanja Modal (Capital Expenditure/Capex) pada tahun depan, Wika telah menganggarkan dana sebesar Rp 12,01 triliun.

(Baca juga:  Lewati Target, Kontrak Wika Tahun Ini Tembus Rp 82 Triliun)

Besaran dana Capex tahun 2017 tersebut, terdiri dari, aset tetap Wika dengan besaran Rp 871,15 miliar. Kemudian, penyertaan pada entitas anak perusahaan sebesar Rp 1,11 triliun, penyertaan pada entitas asosiasi sebesar Rp 2,28 triliun, pengembangan usaha melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,36 triliun, pengembangan usaha di luar PMN yang terdiri dari Paket I sebesar Rp 1,46 triliun dan Paket II sebesar Rp 3,90 triliun.

Sebagai informasi, pada tahun 2016 ini, total kontrak Wika mencapai Rp 82,3 triliun. Direktur Utama Wijaya Karya (Wika) Bintang Perbowo menjelaskan, dengan pencapaian kontrak tersebut, Wika telah melampaui target yang dipatok sebelumnya, yaitu sebesar Rp 81,5 triliun.

(Baca juga: Antam Tunjuk Wika-Kawasaki Bangun Pabrik Feronikel di Maluku)

Di antaranya, terdiri dari target kontrak baru sebesar Rp 52,8 triliun dan carry over tahun 2015 sebesar Rp 28,67 triliun. “Alhasil, dengan pencapaian kontrak sebesar Rp 82,3 triliun ini, Wika telah melampaui targetnya sebesar delapan persen,” kata Bintang, Rabu (21/12) lalu.

Bintang menjelaskan, peningkatan nilai kontrak yang dicapai oleh Wika, didasari oleh adanya total kontrak baru per Desember menjadi Rp 53,6 triliun atau meningkat sebesar 112,5 persen, jika dibandingkan dengan realisasi perolehan kontrak baru pada periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp25,22 triliun.

"Raihan ini tentu saja semakin menjaga keyakinan Perseroan untuk meraih laba bersih sebesar Rp 940 miliar pada 2016," ujar Bintang.

(Baca juga: Ruas Tol Samarinda-Balikpapan Ditambah Hingga ke Bontang)

Beberapa proyek yang telah diperoleh Wika hingga pekan kedua Desember 2016 ini antara lain, Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, LRT DKI Jakarta, Jalan Tol Gempol Porong, Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) II, Bendungan Cipanas I, Pembangunan Hotel, Perkantoran dan Convention Hall Grup Puncak Surabaya.

Selain itu, terdapat proyek lainnya seperti proyek Strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang terdiri dari SPBG Bekasi, Fasilitas penerangan jalan umum, tank bahan bakar nabati, pembangunan pembangkit listrik mini hydro di Papua, Transmart Mataram, Transmart Tegal, Sudirman Hill, Produksi Box Girder Jalan Layang Kereta Api Medan-Kualanamu, Elevated Road Maros – Bone, dan Tol Bawen-Solo Seksi 2.

 

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait