Dampak Larangan Mudik terhadap Melambatnya Perputaran Uang di Daerah

Pingit Aria
21 April 2020, 16:09
Sejumlah calon penumpang di Terminal Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/4/2020). Kementerian Perhubungan mematangkan Peraturan Menteri untuk pengendalian mudik lebaran 2020 di tengah penyebaran COVID-19 .
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Sejumlah calon penumpang di Terminal Bekasi, Jawa Barat, Jumat (10/4/2020). Kementerian Perhubungan mematangkan Peraturan Menteri untuk pengendalian mudik lebaran 2020 di tengah penyebaran COVID-19 .

Pengaruh Transportasi

Selain belanja, perputaran uang di daerah selama musim mudik juga berasal dari biaya transportasi. Menurut Kementerian Perhubungan, total biaya transportasi yang dihabiskan oleh pemudik Jabodetabek tahun 2019 mencapai Rp 6 triliun. Pemudik ke Jawa Timur adalah kelompok yang paling banyak mengeluarkan biaya transportasi, yakni Rp791 miliar.

Aliran yang ke daerah dari transportasi juga diprediksi menurun seiring dengan kebijakan pelarang mudik selama pandemi virus corona. Pasalnya, selama aturan tersebut berlaku, Kementerian Perhubungan akan menghentikan operasional angkutan umum dan melarang kendaraan pribadi untuk keluar masuk wilayah yang menjadi episentrum pandemi.

“Ini termasuk masyarakat dari Jabodetabek tidak boleh keluar, masyarakat dari luar Jabodetabek juga tidak boleh masuk,” ujar kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam Webinar Katadata ‘Siapa Mudik di Tengah Pandemi’, Selasa (20/4).

(Baca: Strategi Jatim Hadapi Para Pemudik di Tengah Pandemi Corona)

Selain itu, Kepala Bagian Penerangan Umum, Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan jalur tol dan bukan tol di ibu kota DKI Jakarta juga akan ditutup. “Kecuali kendaraan sembako dan yang terkait memutus penyebaran Covid-19,” katanya.

Padahal, jalur darat adalah yang paling banyak diandalkan pemudik di tanah air. Menurut data Kementerian Perhubungan tahun 2019, sebanyak 1,5 juta pemudik menggunakan moda transportasi jalan (mobil, sepeda motor, bus) dan 1,9 juta pemudik menggunakan kereja api. Jumlah tersebut lebih banyak ketimbang transportasi laut dan udara. 

Reporter: Nobertus Mario Baskoro

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait