KAI Batalkan Seluruh Perjalanan Kereta dari Jakarta Mulai 24 April

Untuk mendukung larangan mudik, KAI tidak akan mengoperasikan kereta jarak jauh dari Jakarta dan Bandung menuju kota-kota lain di Jawa.
Pingit Aria
22 April 2020, 20:37
Sebuah kertas informasi pembatalan tiket kereta berada di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Terkait dengan larangan mudik 2020, PT Kereta Api Indonesia akan melayani pembatalan tiket kereta dengan pengembalian dana 100 persen bagi penumpang.
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
Sebuah kertas informasi pembatalan tiket kereta berada di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Terkait dengan larangan mudik 2020, PT Kereta Api Indonesia akan melayani pembatalan tiket kereta dengan pengembalian dana 100 persen bagi penumpang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membatalkan seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dari dan menuju Jakarta dan Bandung mulai 24 April 2020. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah yang melarang mudik akibat pandemi Covid-19.

“Pembatalan seluruh perjalanan kereta api jarak jauh ini kami lakukan guna menindaklanjuti keputusan pemerintah atas larangan mudik lebaran 2020,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4).

Joni menjelaskan, pada 21 April 2020, KAI kembali membatalkan 14 perjalanan KA Jarak Jauh dari dan menuju Daop 1 Jakarta dan Daop 2 Bandung dengan berbagai tujuan untuk perjalanan mulai 23 dan 24 April 2020. Sebelumnya, pengurangan perjalanan kereta telah dilakukan sejak ada Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di berbagai daerah.

(Baca: Polisi akan Gelar Operasi Ketupat Covid-19 untuk Halau Pemudik)

Advertisement

Dengan demikian mulai 24 April 2020, KAI tidak lagi mengoperasikan kereta api jarak jauh dari Jakarta dan Bandung menuju kota-kota di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. “Total sejak 23 Maret 2020, KAI telah membatalkan sebanyak 401 perjalanan KA, dengan rincian 213 KA Jarak Jauh dan 188 KA Lokal,” kata Joni.

Ia melanjutkan, KAI akan mengembalikan 100% uang tiket kereta penumpang yang batal berangkat. Penumpang akan dihubungi melalui Contact Center 121 dan dipersilakan untuk mengikuti petunjuk selanjutnya.

Jika belum dihubungi, penumpang juga bisa membatalkan tiketnya sendiri secara online melalui aplikasi KAI Access, atau langsung ke loket stasiun. Meski, calon penumpang disarankan untuk menggunakan cara online untuk menghindari kerumunan.

Pembatalan melalui aplikasi dapat dilakukan hingga maksimal 3 jam sebelum jadwal keberangkatan dan uang akan ditransfer paling lambat 45 hari kemudian. Adapun untuk pembatalan di loket stasiun dapat dilakukan di semua stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh dan Lokal hingga maksimal 30 hari setelah jadwal keberangkatan dengan menunjukkan kode booking, dan uang akan langsung diganti secara tunai.

(Baca: Anies Perpanjang PSBB di Jakarta hingga 22 Mei, Berlaku Sanksi Tegas)

Penumpang dapat menghubungi Contact Center KAI 121 melalui telepon di 021-121, email [email protected], atau media sosial @kai121 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait perjalanannya.

Joni menyatakan, kebijakan pembatalan perjalanan KA ini akan terus dievaluasi dari waktu ke waktu dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan.

“KAI memohon maaf bagi para penumpang yang perjalanannya tertunda akibat pembatalan perjalanan ini. Hal ini bertujuan untuk menghentikan penyebaran Covid-19 pada saat mudik Lebaran 2020,” ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait