Nissan Akan Pangkas 30% Produksi Mobil hingga Desember 2020

Pandemi corona memukul kinerja produsen otomotif di seluruh dunia.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
18 Juli 2020, 11:26
Nissan Motor Co berencana memangkas 12.500 karyawannya secara bertahap hingga 2023. Efisiensi ini merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis perusahaan.
Dok. Nissan Motor Co
Nissan Motor Co berencana memangkas 12.500 karyawannya secara bertahap hingga 2023. Efisiensi ini merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis perusahaan.

Nissan Motor Co berencana memangkas sekitar 30% produksi kendaraannya secara global hingga Desember tahun. Keputusan ini diambil menyusul penurunan permintaan akibat pandemi Covid-19.

Reuters melaporkan, raksasa otomotif Jepang itu berencana memproduksi sekitar 2,6 juta kendaraan antara April dan Desember. Menurut seorang sumber, angka itu turun dari 3,7 juta unit selama periode yang sama tahun lalu.

Nissan menolak mengomentari hal tersebut. Perusahaan yang kini dipimpin oleh Makoto Uchida itu juga belum mengumumkan target penjualan tahun ini.

Tak hanya Nissan, semua produsen mobil global sedang berjuang dalam menghadapi pandemi. Penurunan daya beli hingga imbauan untuk tidak bepergian membuat penjualan mobil merosot. Beberapa perusahaan bahkan telah menutup pabriknya, baik sementara maupun secara permanen.

Tak hanya itu, dealer mobil juga tutup di banyak negara. Hal itu memicu anjloknya penjualan kendaraan pada Maret hingga Mei. Pada Juni, penjualan mulai merangkak naik karena ekonomi mulai dibuka kembali.

Dalam dua bulan pertama di tahun keuangan ini, pembuat SUV Rogue dan mobil listrik Leaf itu membuat sekitar 307 ribu kendaraan secara global. Menurut Nissan, angka itu turun 62 persen dari tahun lalu, menurut angka produksi bulanan.

Nissan pun berencana untuk meningkatkan produksi dari 510 ribu kendaraan pada kuartal pertama menjadi sekitar 930 ribu pada Juli-September. Namun, output kuartal kedua akan sekitar 25% lebih rendah dari tahun lalu, menurut perhitungan Reuters.

Pada Juli-September, output Nissan diprediksi akan terpukul turun sekitar 47% dari tahun lalu, setelah pembuat mobil mengatakan akan memangkas lebih banyak shift di pabrik perakitan Jepang. Output domestik setidaknya akan kembali membaik perlahan hingga Desember.

Reporter: Antara
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait