Ditopang Data Makro Ekonomi, IHSG Pekan Depan Diprediksi Naik

Sepanjang pekan lalu, IHSG mengalami reli hingga menguat 2,02%.
Image title
16 Agustus 2020, 15:33
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat dibukanya perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (26/5/2020). IHSG dibuka menguat 32,16 poin atau 0,71 persen ke posisi 4.578,11 pada pukul 09.25 WIB.
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat dibukanya perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (26/5/2020). IHSG dibuka menguat 32,16 poin atau 0,71 persen ke posisi 4.578,11 pada pukul 09.25 WIB.

Indeks harga saham gabungan atau IHSG diprediksi akan menguat pada sesi perdagangan pekan depan. Analis memperkirakan penguatan indeks selama sesi perdagangan dua hari pekan depan akan didominasi oleh sentimen data makro ekonomi.

Analis Binaartha Sekuritas Indonesia M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, secara teknikal IHSG akan menguat pada sesi perdagangan Selasa, 18 Agustus, pekan depan. “Maka pada hari berikutnya bisa berpotensi melanjutkan penguatannya,” katanya kepada Katadata.co.id, Minggu (16/8).

Adapun sentimen yang akan menguatkan laju IHSG pekan depan, menurut Nafan, adalah membaiknya data Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia. Berikut datanya:

Advertisement

Selain itu, neraca transaksi berjalan atau current account pada Juli akan lebih baik dibanding bulan sebelumnya. Serta BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) disinyalir akan dipertahankan Bank Indonesia pada level 4%. “Indeks keyakinan bisnis bulan Juli juga akan meningkat. Sentimen lainnya kemajuan pengembangan vaksin,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee, mengatakan IHSG juga akan dipengaruhi sentimen eksternal atau global pada sesi perdagangan pekan depan. Di antaranya, pelaku pasar menantikan kelanjutan paket stimulus pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengantisipasi pandemi covid-19. “Bila tidak ada dan negosiasi lama, pasar akan meresponsnya dengan negatif,” katanya.

Meski begitu, Hans menjelaskan, laba korporasi AS yang lebih baik dari konsensus pasar bakal menjadi sentimen positif. Bahkan hal ini sudah menjadi pendorong stimulus kenaikan indeks dan harga saham dalam beberapa minggu terakhir.

Tak hanya itu, data ekonomi Tiongkok secara umum mengkonfirmasi bahwa negara tirai bambu tersebut ekonominya sudah mulai pulih setelah kebijakan lockdown yang diberlakukan sebelumnya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Hal ini bisa menjadi sentimen positif bagi harga ekuitas dan membantu kenaikan harga komoditas.

Dari sisi intenal, Hans memperkirakan, pelaku pasar akan menyoroti harapan perbaikan ekonomi nasional pada kuartal III ini, melalui beragam stimulus yang dikucurkan pemerintah. “Harapan perbaikan ekonomi ini didapat dari data yang menunjukan terjadi pertumbuhan penyaluran kredit dan penjualan kendaraan,” ujarnya.

Sebelumnya, selama sepekan pada periode 10–14 Agustus 2020, pasar modal Indonesia bergerak secara variatif namun tetap pada zona positif. Peningkatan sebesar 2,03% terjadi pada kapitalisasi pasar bursa, yaitu sebesar Rp 6.083,723 triliun dibandingkan pekan lalu sebesar Rp 5.962,586 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami kenaikan sebesar 2,02% pada level 5.247,690 dari level 5.143,893 pada pekan yang lalu. Sedangkan rata-rata volume transaksi harian bursa mengalami perubahan 1,89 % menjadi 10,343 miliar saham dibandingkan pekan lalu sebesar 10,542 miliar saham.

Adapun Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami perubahan sebesar 7,47% menjadi 698.964 kali transaksi dibandingkan pekan lalu sebesar 755.404 kali transaksi. Sedangkan, rata-rata nilai transaksi harian pasar di bursa mengalami perubahan sebesar 7,55% menjadi sebesar Rp 9,235 triliun dari Rp 9,989 triliun pada penutupan minggu lalu.

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait