Transportasi Umum Ramai Usai PSBB, Penumpang Pesawat Melonjak 135%

Lonjakan jumlah penumpang transportasi umum naik pada semua moda, dari pesawat, kereta api hingga kapal laut.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
2 September 2020, 20:02
Seorang anggota Aviation Security (Avsec) mengawasi kedatangan calon penumpang di pintu masuk keberangkatan Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Senin (3/8/2020).
ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/hp.
Seorang anggota Aviation Security (Avsec) mengawasi kedatangan calon penumpang di pintu masuk keberangkatan Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Senin (3/8/2020).

Bandara-bandara di Indonesia telah menunjukkan kenaikan pergerakan pesawat. Begitu pula kegiatan ekonomi di terminal, stasiun hingga pelabuhan mulai menggeliat setelah pemerintah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, lonjakan sektor transportasi mulai terjadi pada Juli 2020. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang semua mode transportasi pada periode tersebut dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut data BPS, jumlah penumpang pesawat domestik pada Juli sebanyak 1,5 juta orang atau naik 135,74% secara bulanan. Bagaimanapun, jumlah penumpang udara domestik dibanding Juli 2019 masih turun 79,58%. "Jadi ini belum pulih atau normal," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi virtual, Selasa (1/9).

Sebelumnya, pada bulan April 2020, saat PSBB baru diberlakukan, jumlah penumpang transportasi umum memang turun drastis. Berikut datanya:

Peningkatan jumlah penumpang terjadi di semua bandara utama yang diamati, dengan peningkatan terbesar di Bandara Ngurah Rai-Denpasar sebesar 263,16%. Kemudian, Bandara Soekarno Hatta-Banten berada di urutan kedua sebesar 145,24%, diikuti Bandara Kualanamu-Medan 119,93%, Bandara Hasanuddin-Makassar 97,53%, dan Bandara Juanda-Surabaya 89,08%.

Suhariyanto mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan kabar baik. Harapannya, perlahan kehidupan akan menjadi normal dengan mematuhi protokol kesehatan. "Sehingga geliat transportasi juga makin membaik bulan berikutnya," ujar dia.

Sementara jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri atau internasional pada Juli 2020 sebanyak 25 ribu orang atau naik 57,67% dibanding Juni 2020.

Peningkatan jumlah penumpang internasional terjadi di Bandara Ngurah Rai-Denpasar 133,33%, Soekarno Hatta-Banten 54,79%, dan Bandara Juanda-Surabaya 25%. Sedangkan Bandara Kualanamu-Medan tetap, dan Hasanuddin-Makassar bulan Juli masih tidak ada penumpang.

KERETA API BANDARA KUALANAMU KEMBALI BEROPERASI
KERETA API BANDARA KUALANAMU KEMBALI BEROPERASI (ANTARA FOTO/Septianda Perdana/wsj.)

 

Jumlah penumpang internasional terbesar melalui Bandara Soekarno Hatta-Banten yaitu mencapai 22 ribu orang atau 87,94% dari total penumpang ke luar negeri, diikuti Ngurah Rai-Denpasar dua ribu orang atau 8,17%.

Sementara itu, untuk moda angkutan laut, jumlah penumpang pada Juli 2020 tercatat sebanyak 836 ribu orang atau naik 29,63% dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah penumpang tertinggi terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok 1.000%, Belawan 600%, Makassar 77,27%, Tanjung Perak 62%, dan Balikpapan 50%.

Jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera yang berangkat pada Juli 2020 sebanyak 12,2 juta orang atau naik 31,73% dibanding Juni 2020. Dari jumlah tersebut sebagian besar adalah penumpang commuter Jabodetabek, yaitu sebanyak 11,1 juta orang atau 90,83% dari total penumpang kereta.

Peningkatan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan Sumatera masing-masing naik 29,39%, 59,91%, dan 83,33%.

Suhariyanto menjelaskan alasan jumlah penumpang kereta api naik tinggi yaitu sudah bertambahnya frekuensi perjalanan kereta. Kemudian, jam operasional kereta api juga sudah kembali menjadi normal. "Jumlah penumpang KRL sekarang juga sudah 4 ribu orang meski masih jauh dari normal 9 ribu orang," katanya.

Berikutnya, angkutan barang ikut naik...

Reporter: Antara, Agatha Olivia Victoria
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait