Demi Industri Otomotif, Jokowi Percepat Proyek Pelabuhan Patimban

Presiden Jokowi juga meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan membantu nelayan yang terdampak proyek Pelabuhan Patimban.
Image title
Oleh Rizky Alika
22 September 2020, 11:44
Presiden Joko Widodo (kanan) tiba di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Jumat (29/11/2019). Kunjungan Presiden Joko Widodo tersebut untuk meninjau progres proyek pembangunan pelabuhan Patimban tahap pertama yang ditargetkan selesai pada juni 2020 dan
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Presiden Joko Widodo (kanan) tiba di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Jumat (29/11/2019). Kunjungan Presiden Joko Widodo tersebut untuk meninjau progres proyek pembangunan pelabuhan Patimban tahap pertama yang ditargetkan selesai pada juni 2020 dan nantinya akan menjadi pelabuhan besar di tahun 2027.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pembangunan Pelabuhan Patimban dipercepat. Pelabuhan itu diharapkan dapat mengerek kinerja perdagangan dan industri di Jawa Barat, khususnya di sektor otomotif.

Jokowi menyatakan, penyelesaian proyek Pelabuhan Patimban yang berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat akan mewujudkan segitiga emas Rebana. Kawasan segitiga yang dimaksud adalah Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, serta kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

"Ini sebagai sebuah kawasan industri saling terkoneksi, saling mendukung satu dengan yang lain, sehingga memiliki daya saing, terutama untuk produk-produk ekspor dan lebih khusus lagi di bidang otomotif," tutur Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas secara virutal, Selasa (22/9).

Ia juga berharap keberadaan Pelabuhan Patimban ini bisa saling mengisi dengan Pelabuhan Tanjung Priok. "Dikembangkan untuk saling mengisi dengan Tanjung Priok, komplementer, bukan kompetitor," ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperhatikan dampak pembangunan Pelabuhan Patimban bagi Nelayan setempat. Jokowi memerintahkan KKP memberikan bantuan kepada nelayan yang terdampak, baik secara sosial maupun ekonomi.

"Kalau memerlukan dukungan sarana dan prasarana untuk kapal misalnya, bagi para nelayan yang terdampak ini agar KKP bisa memberikan bantuannya kepada para nelayan," ujar Jokowi.

Kemudian, mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta agar pengembangan pelabuhan utama di Indonesia betul-betul dirancang dengan matang. Pembangunan Pelabuhan Patimban, Tanjung Priok dan 28 Pelabuhan utama lainnya dapat terkonsolidasi.

Langkah konsolidasi pelabuhan utama tersebut diperkirakan dapat mempercepat pertumbuhan sentra-sentra ekonomi regional dan memberikan kecepatan pelayanan di bidang logistik. "Ini juga membuat produk-produk ekspor kita semakin efisien dan semakin kompetitif," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Pelabuhan Patimban tahap I akan selesai pada Oktober 2020. Dengan begitu, soft launching akan digelar pada November 2020.

Sebagai informasi, investasi Proyek Strategis Nasional Pelabuhan Patimban mencapai Rp 43,2 triliun. Pelabuhan ini dinilai yang terbesar di Indonesia, utamanya untuk ekspor otomotif.

Pelabuhan Patimban memiliki luas area sekitar 350 hektare dengan kapasitas 7,5 juta twenty foot equivalent unit (TEUs). Kapasitas itu mempertimbangkan potensi pertumbuhan dan kebutuhan di wilayah timur Jawa Barat.

Jokowi juga sempat menargetkan Patimban jadi pelabuhan besar pada 2027 mendatang. Nilai investasinya juga akan membengkak hingga mencapai Rp 50 triliun. Berikut grafiknya di Databoks:

Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait