Jokowi Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai, Dilengkapi Terowongan Gajah

Pemerintah membuat terowongan gajah karena jalan tol Pekanbaru-Dumai melintasi Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dan Siak Kecil.
Image title
Oleh Rizky Alika
25 September 2020, 16:36
Kendaraan rombongan Forkopimda Riau melintas di Jalan tol Pekanbaru-Dumai saat meninjau langsung pembangunan dan kesiapan tol Pekanbaru-Dumai di Pekanbaru, Riau, Sabtu (4/7/2020). Progres proyek pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km ini dinilai
ANTARA FOTO/Rony Muharrman/wsj.
Kendaraan rombongan Forkopimda Riau melintas di Jalan tol Pekanbaru-Dumai saat meninjau langsung pembangunan dan kesiapan tol Pekanbaru-Dumai di Pekanbaru, Riau, Sabtu (4/7/2020). Progres proyek pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 km ini dinilai cukup baik dan Uji Laik Fungsi (ULF) juga telah dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) pada 17-19 Juni 2020 yang lalu.

Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol ruas Pekanbaru-Dumai. Tol yang terbentang sepanjang 131,5 kilometer itu dilengkapi dengan buah terowongan gajah.

"Saya resmikan jalan Tol Pekanbaru-Dumai hari ini," kata Jokowi dalam peresmian Jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang diikuti secara virtual dari Istana Bogor, Jumat (25/9).

Terowongan gajah disiapkan dengan bentang 25 hingga 45 meter dan tinggi 5,1 meter serta tanaman hijau agar menyerupai habitat asli. Terowongan ini dibangun di Seksi IV Kandis Utara–Duri yang melintasi Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dan Siak Kecil.

Kandis Utara-Duri merupakan koridor perlintasan gajah Sumatera dengan jumlah populasi sekitar 50 ekor.

Jokowi mengatakan, tol yang pembangunannya menelan biaya Rp 12,18 triliun tersebut sudah bisa dioperasikan secara penuh. Harapannya, tol ini akan meningkatkan konektivitas antara ibu kota Provinsi Riau dengan Dumai yang menjadi kota pelabuhan bagi industri perminyakan dan agribisnis.

Provinsi Riau merupakan salah satu penghasil utama kelapa sawit di Indonesia. Berikut grafiknya di Databoks:

Mantan Walikota Solo itu mengatakan, jalan tol ini akan memangkas jarak tempuh Pekanbaru-Dumai, dari sebelumnya 200 kilometer melalui jalan nasional menjadi 131 kilometer. Dengan kondisi tersebut, truk pengangkut sawit atau minyak, angkutan logistik, hingga angkutan penumpang akan lebih hemat waktu dan biaya.

Hingga saat ini, menurut Jokowi, sudah ada sejumlah investor yang berminat untuk menanamkan modal di sekitar jalan tol. Investasi tersebut seperti kawasan industri, perumahan, dan fasilitas pariwisata. "Ini membuka lapangan kerja lebih banyak bagi anak muda," ujar dia.

Jokowi meminta jajarannya untuk merespons minat investor dengan cepat sehingga masyarakat dapat menerima lebih banyak manfaat dari infrastruktur tersebut. Harapannya, jalan tol ini juga menjadi peluang usaha dan sarana pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, Pelabuhan Dumai merupakan pelabuhan utama sebagai pintu ekspor impor dari dan ke Malaysia, Singapura, serta negara lainnya. Selain itu, Pelabuan Dumai menjadi pelabuhan penyeberangan antar negara.

Dengan beroperasinya tol tersebut, ia memperkirakan akses ke Pelabuhan Dumai akan semakin lancar. "Sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah," kata Syamsuar.

Selain itu, jalan tol ini dapat dimanfaatkan sebagai jalur pariwisata ke Pulau Rupat sebagai salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau tersebut memiliki pantai sepanjang 24 kilometer serta menghadap ke Selat Malaka.

Sebagai informasi, tol Pekanbaru-Dumai memiliki lima buah terowongan gajah dan lima buah simpang susun. Selain itu, jalan tol ini terbagi menjadi enam seksi.

Seksi 1 ialah Pekanbaru-Minas sepanjang 9,5 kilometer. Kemudian, seksi 2 Minas-Kandis Selatan sepanjang 24,1 kilometer, seksi 3 Kandis Selatan-Kandis Utara 16,9 kilometer, seksi 4 Kandis Utara-Duri Selatan 26,25 kilometer, seksi 5 Duri Selatan-Duri Utara 29,40 kilometer, dan seksi 6 JC Duri-Dumai 25,44 kilometer.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menargetkan, jalan tol Lampung-Pekanbaru akan tersambung pada akhir 2023.

Saat ini, tol yang siap untuk diresmikan ialah jalan tol Kayu Agung-Palembang sepanjang 40 kilometer. Bersamaan dengan itu, peletakan batu pertama (ground breaking) jalan Tol Palembang-Betung sepanjang 70 kilometer akan dilakukan 29 September.

Kemudian, perjanjian kerja Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan segera ditandatangani untuk ruas jalan Tol Betung-Jambi sepanjang 190 kilometer.

Selain itu, pihaknya akan menandatangani perjanjian kerja Kementerian PUPR-BUJT untuk ruas Tol Pekanbaru-Rengat sepanjang 175 kilometer. "Dari Rengat ke Jambi sepanjang 190 kilometer kami upayakan percepatannya," kata Basuki dalam tayangan video.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait