Kemenhub Buka Kemungkinan Pesawat Terbang dengan Kapasitas Penuh

Saat ini penumpang pesawat masih dibatasi hingga 70% dari jumlah kursi yang tersedia.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
14 Oktober 2020, 18:40
Sejumlah armada pesawat Lion Air Group terparkir di Apron Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (30/4/2020).
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Sejumlah armada pesawat Lion Air Group terparkir di Apron Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (30/4/2020).

Pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir dengan penambahan kasus baru di kisiaran 4.000 per hari. Namun, Kementerian Perhubungan membuka kemungkinan untuk menaikkan batas kapasitas pesawat terbang dari maksimal 70% menjadi 100%.

Ya, jika kondisi memungkinkan, pesawat dapat diizinkan terbang dengan kapasitas penuh. Syaratnya, kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan telah meningkat.

"Ke depan tentu saja (kapasitas penumpang) tidak dibatasi 70%, kita bisa juga 100% seperti di luar negeri," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto Rahardjo dalam acara pembekalan calon wisudawan Program Pascasarjana UGM yang dipantau secara daring di Yogyakarta, Rabu (14/10).

Ia mengatakan saat ini Kemenhub bersama Kemenkes dan Satgas Penanganan Covid-19 masih menetapkan kuota penumpang per perjalanan maksimal 70% dari total kursi yang tersedia. Kebijakan ini diambil memungkinkan penumpang menjaga jarak atau physical distancing di dalam kabin.

Meski demikian, Novie mengakui bahwa sesuai standar internasional tidak ada pemberlakuan pembatasan kapasitas penumpang pesawat. Di sejumlah negara, khususnya di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat juga tidak memberlakukan pembatasan tersebut.

"Tetapi karena di Indonesia ini kan cukup hati-hati. Secara psikologis kalau kita berikan batasan physical distancing dalam kabin, masyarakat kita akan yakin," kata dia.

Sejumlah negara merasa tidak perlu memberlakukan pembatasan kapasitas penumpang, karena menurut dia, pemeriksaan dilakukan dengan rigid. Saat check-in misalnya, calon penumpang harus menunjukkan bukti negatif Covid-19.

Peraturan ketat juga berlaku saat penumpang telah sampai masuk ke kabin. "Tidak ada yang protes-protes, kemudian semua penumpangnya memakai masker, menggunakan peralatan standar, kabin didisinfektasi secara disiplin, dan di dalam pesawat tidak boleh berbicara," kata dia.

Novie mengatakan saat ini sedang dilakukan sejumlah perbaikan terkait regulasi yang mengatur operasional penerbangan di masa pandemi. "Ke depan kalau kita semua sudah bisa lebih baik lagi, artinya masyarakat kita menyadari bahwa menggunakan masker sesuatu yang wajib," kata dia.

Seperti diketahui, industri penerbangan merupakan salah satu sektor yang paling terpukul akibat pandemi. Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan, tingkat keterisian pesawat kini masih rendah.

Menurutnya, selama masa pandemi Covid-19 ini, perjalanan bisnis masih mendominasi penumpang yang terbang dengan pesawat Lion Air dibandingkan dengan perjalanan wisata dan kunjungan keluarga. Pergerakan masyarakat untuk perjalanan bisnis mencapai 60%, kunjungan wisata 20%, dan 20% adalah perjalanan untuk kunjungan keluarga.

”Untuk Lion Air sendiri,  load factor atau tingkat keterisian penumpang pesawat rata-rata masih berada di bawah 70% dari total semua penerbangan yang dilakukan perusahaan,” kata Edward, beberapa waktu lalu.

Reporter: Antara
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait