Lebih dari 20 Ribu Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Sembuh

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di Wisma Atlet mencapai 92,35%.
Pingit Aria
26 Oktober 2020, 19:39
Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran tampak dari pesawat Microlight Trike yang dipiloti Mayor Tek Dani Suwandono dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang merupakan organisasi ordirga berbasis komunitas binaan TNI AU, di Jaka
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran tampak dari pesawat Microlight Trike yang dipiloti Mayor Tek Dani Suwandono dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang merupakan organisasi ordirga berbasis komunitas binaan TNI AU, di Jakarta, Sabtu (20/6/2020).

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Sejak pandemi masuk Indonesia, pemerintah telah membuka beberapa rumah sakit darurat Covid-19. Di antaranya adalah Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Hingga hari ini, Senin, 26 Oktober 2020, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Wisma Atlet telah mencapai 20.936 orang.

Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, jumlah pasien sembuh merupakan akumulasi dari pencatatan sejak 23 Maret 2020. "Sejak 23 Maret-26 Oktober 2020, pasien terdaftar sebanyak 22.668 orang, pasien sembuh 20.936 orang," kata dia.

Dengan demikian, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di Wisma Atlet mencapai 92,35%. Sedangkan, jumlah pasien yang harus dirujuk ke RS lain sebanyak 417 orang dan pasien meninggal dunia ada delapan orang.

Data terbaru, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat inap di Tower 6-7 RSD Wisma Atlet saat ini sebanyak 1.307 orang, terdiri atas 629 pria dan 678 wanita.

Untuk Tower 4- 5 yang baru dioperasikan pada pertengahan September 2020, jumlah pasien terdaftar hingga 26 Oktober 2020 mencapai 12.259 orang, pasien sembuh 10.863 orang, dan pasien dirujuk RS lain sebanyak dua orang.

Wisma Atlet Kemayoran resmi difungsikan sebagai RS Darurat COVID-19 oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 23 Maret 2020. Bangunan yang sebelumnya difungsikan sebagai fasilitas akomodasi atlet Asian Games 2018 ini memiliki total kapasitas untuk menampung 12 ribu orang.

Tak hanya di RSD Wisma Atlet, Aris juga menyampaikan data terbaru pasien sembuh Covid-19 yang dirawat di RS Khusus Infeksi di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

RSKI Pulau Galang mencatat pasien rawat inap sebanyak 332 orang (156 pria dan 176 perempuan), terdiri atas 332 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, sementara pasien suspect nihil.

Rekapitulasi mulai 12 April-26 Oktober 2020, pasien terdaftar sebanyak 4.120 orang, 1.548 pasien sembuh, dan 2.225 pasien suspek selesai menjalani perawatan. Ada 15 pasien yang memerlukan rujukan ke RS lain, dan belum ada pasien yang meninggal dunia.

RSKI Pulau Galang yang dibangun sejak 9 Maret 2020 untuk mengantisipasi melonjaknya pasien Covid-19 di Indonesia, telah diresmikan operasionalnya pada 6 April 2020.

Tetap Jalankan Protokol Kesehatan

Meski tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia terus bertambah, penularan virus corona juga terus terjadi di masyarakat. Terakhir, Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan tambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.222 pada Senin (26/10) hari ini.

Karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena, kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus corona adalah Gerakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Langkah itu lebih efektif mencegah penularan jika dilakukan secara kolektif. "Kalau kita sudah patuh pada protokol kesehatan, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk patuh pada protokol kesehatan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, beberapa waktu lalu.

Wiku menunjukkan bahwa beberapa jurnal internasional menyatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko penularan sebesar 35%. Sedangkan memakai masker kain dapat menurunkan risiko penularan sebesar 45%, dan masker bedah dapat menurunkan risiko penularan hingga 70%. Yang paling utama, menjaga jarak minimal 1 meter dapat menurunkan risiko penularan sampai dengan 85%.

Reporter: Antara
Editor: Pingit Aria

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait