Ekonomi Masuk Tahap Pemulihan, Pemerintah Tetap Gencar Salurkan Bansos

Berbagai bantuan sosial dinilai perlu untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Image title
4 November 2020, 18:06
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7/2020). Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penanganan COVID-19 dan Pemuli
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/wsj.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7/2020). Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang di dalamnya mengatur pembentukan tim penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32% pada kuartal II dan diprediksi masih dalam zona negatif pada kuartal III 2020. Bagaimanapun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa saat ini perekonomian Indonesia telah memasuki tahap pemulihan.

Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi telah dilihat dari perbaikan Purchasing Managers Index (PMI). Karena itu, Airlangga memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh positif 5% pada 2021.

“Kita berharap tren ini akan diikuti lebih lanjut oleh sektor manufaktur. Di triwulan IV seluruh sektor akan positif, khususnya dalam daya beli juga peningkatan investasi,” ujar Airlangga dalam Indonesia Industry Outlook yang diselenggarakan oleh Inventure, di Jakarta, Rabu (4/11).

Airlangga menyatakan, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 695,2 triliun guna menunjang pemulihan perekonomian. Sebagian dana tersebut disalurkan ke dunia usaha untuk memperkuat modal kerja hingga insentif pajak.

Advertisement

Bagaimanapun, Airlangga menyebut daya beli masyarakat merupakan komponen yang harus terus ditingkatkan. Karena itu, pemerintah masih akan melanjutkan beragam program seperti bantuan sosial (bansos) tunai hingga Kartu Prakerja.

“Pemulihan ekonomi dalam jangka pendek dan menengah diharapkan bisa mendorong industri, sehingga daya beli masyarakat juga mengalami kenaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki memastikan pemerintah akan tetap melanjutkan program bantuan sosial untuk UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 hingga tahun depan.

Menurutnya, hal itu merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo. "Sesuai arahan Presiden (Jokowi) di rapat paripurna kemarin karena ekonomi kuartal I tahun depan masih cukup berat bagi UMKM," ujarnya dalam acara "Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan", Rabu (4/11).

Berikut adalah Databoks yang menjelaskan berbagai bantuan yang dibutuhkan oleh UMKM terdampak pandemi:

Menurutnya, pemerintah telah memproyeksi hingga kuartal awal 2021 ekonomi Indonesia masih belum sepenuhnya pulih dari dampak buruk pandemi Covid-19. "Sehingga ini mudah mudahan menjadi perubahan mendasar di sektor UMKM," tuturnya.

Reporter: Annisa Rizky Fadila
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait