Covid-19 RI Tambah 3.779 Kasus, Jumlah Tes Masih di Bawah Standar

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 84,56%.
Pingit Aria
10 November 2020, 17:02
Seorang santri putri berkomunikasi dengan orang tua melalui telepon genggam di Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (9/11/2020). Selain menerapkan 3M, pondok pesantren tersebut juga memperketat protokol kesehatan sep
ANTARA FOTO/Candra Yanuarsyah/agr/foc.
Seorang santri putri berkomunikasi dengan orang tua melalui telepon genggam di Pondok Pesantren Darussalam, Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (9/11/2020). Selain menerapkan 3M, pondok pesantren tersebut juga memperketat protokol kesehatan seperti menyediakan pos paket bagi orang tua sehingga tidak diperbolehkan bertemu dengan anaknya dan menyediakan fasilitas telepon genggam untuk berkomunikasi dengan orang tua guna menghindari risiko penyebaran COVID-19 di lingkungan pesantren.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat pasien Covid-19 pada Selasa (10/11) bertambah 3.779 orang. Jumlah kasus harian Covid-19 tersebut meningkat dari hari sebelumnya sebanyak 2.853 kasus. Namun, jumlah tes masih di bawah standar.

Hari ini, DKI Jakarta kembali menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi dengan penambahan 1.013 kasus baru. Di posisi kedua ada Jawa Barat dengan 748 kasus baru dan Jawa Tengah di posisi ketiga dengan 680 kasus baru. Sementara Jawa Timur di posisi keempat dengan 272 kasus baru dan Riau di posisi kelima dengan 151 kasus baru.

Dengan penambahan 24 jam terakhir, total kasus Covid-19 sejak pertama kali dikonfirmasi pada 2 Maret 2020 lalu telah mencapai 444.348 kasus.

Sementara itu, jumlah pasien Covid-9 yang sembuh hari ini mencapai 3.475 orang. Dengan demikian, total pasien yang sembuh sebanyak 375.741 orang atau 84,56% dari total pasien terinfeksi.

Advertisement

Selain itu, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia hari ini mencapai 72 orang. Dengan demikian, total korban jiwa akibat pandemi ini di Indonesia sebanyak 14.761 orang.

Bagaimanapun, menurut Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono, kurva penularan virus corona di Indonesia belum bisa dinyatakan melandai, apalagi menurun. Sebab, jumlah tes masih di bawah standar.

"Paling penting itu testing, untuk mengidentifikasi orang-orang yang menularkan virus," ujar Pandu kepada Katadata.co.id pada Senin (9/11).

Berikut adalah Databoks penambahan kasus Covid-19 di Indonesia:

Per 10 November 2002, jumlah orang yang dites mencapai 32.020. Namun, jumlah spesimen yang dites sebanyak 33.063. Angka ini wajar sebab pasien yang dites dapat diambil spesimennya lebih dari satu kali.

Sedangkan dalam sepekan terakhir, rata-rata jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 36.683. Angka tersebut masih lebih rendah dari standar WHO sebesar 40 ribu per hari.

Dengan data tersebut, positivity rate Covid-19 di Indonesia mencapai 14,2%. Angka positivity rate di Tanah Air juga sangat tinggi dibandingkan target WHO sebesar 5%.

Kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus corona adalah Gerakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Langkah itu lebih efektif mencegah penularan jika dilakukan secara kolektif. "Kalau kita sudah patuh pada protokol kesehatan, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk patuh pada protokol kesehatan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko penularan sebesar 35%. Sedangkan memakai masker kain dapat menurunkan risiko penularan sebesar 45%, dan masker bedah dapat menurunkan risiko penularan hingga 70%. Yang paling utama, menjaga jarak minimal 1 meter dapat menurunkan risiko penularan sampai dengan 85%.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait