Luhut ke AS, RI Dapat Pendanaan Rp 10 Triliun untuk Infrastruktur

Nota kesepahaman yang ditandatangani di depan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ini memperluas kerja sama yang telah terjalin sebelumnya.
Image title
Oleh Rizky Alika
19 November 2020, 11:48
Duta Besar Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Exim Bank AS Kimberly Reed usai penandatanganan MoU senilai Rp 10 triliun untuk kerja sama infrastruktur dan perdagangan di
KBRI Washington
Duta Besar Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Exim Bank AS Kimberly Reed usai penandatanganan MoU senilai Rp 10 triliun untuk kerja sama infrastruktur dan perdagangan di Washington, AS, Rabu (18/11).

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai US$ 750 juta atau setara Rp 10,5 triliun (kurs Rp14.070/USD).

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk AS, Muhammad Lutfi mewakili Pemerintah Indonesia, dan Presiden Exim Bank AS, Kimberly Reed, yang disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Kesepakatan kerja sama baru ini meningkat dari nilai kesepakatan sebelumnya sebesar US$ 500 juta pada 2017–2018.  “MoU ini akan semakin perkuat kemitraan ekonomi RI-AS dalam upaya memperluas bidang kerja sama investasi serta pengadaan barang dan jasa,” kata Lutfi, seperti dikutip dari keterangan pers, Kamis (19/11).

Lutfi menjelaskan, hubungan bilateral Indonesia dan Negeri Paman Sam didasarkan atas kesamaan nilai dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat kedua negara, memajukan demokrasi, dan stabilitas kawasan. 

Sementara itu, Luhut menyatakan optimistis terhadap peningkatan hubungan bilateral RI-AS. Selain kesepakatan tersebut, Indonesia juga mendapatkan perpanjangan fasilitas pembebasan bea masuk bagi 3.500 produk ekspor ke AS (Generalized System of Preferences/GSP).

Berikut adalah Databoks investasi perusahaan-perusahaan AS di Indonesia:

Presiden Exim Bank AS, Kimberly Reed menyebutkan, perjanjian tersebut merupakan capaian yang signifikan guna memperkuat partisipasi AS dalam pembangunan pada sektor energi, infrastruktur, transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, pelayanan kesehatan, dan lingkungan di Indonesia.

“MoU ini mencerminkan betapa pentingnya Indonesia bagi Pemerintah AS,” ujar Kimberly.  Nota Kesepahaman tersebut akan memperluas peluang Indonesia dan AS untuk bekerja sama dalam pengadaan barang dan jasa untuk proyek-proyek pemerintah. Selain itu, kerja sama ini akan mendorong peluang pengembangan usaha, antara lain di sektor infrastruktur, transportasi, energi, infrastruktur rantai pasokan pertambangan, lingkungan hidup, teknologi komunikasi dan informasi, keselamatan dan keamanan, layanan kesehatan, dan informasi geospasial. 

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan di KBRI Washington, D.C. Luhut mengnjungi AS bersama dengan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dan Staf Ahli Mendag Bidang Hubungan Internasional Arlinda.

Bertemu Trump

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan dan Muhammad Lutfi juga telah diterima oleh Presiden AS Donald  Trump di White House Washington DC. Luhut bertamu sebagai utusan khusus Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan itu Donald Trump didampingi oleh Penasehatnya, Jared Kushner dan Ivanka Trump serta CEO US IDFC Adam Boehler. 

Kepada Trump, Menko Luhut menyampaikan salam, terima kasih dan penghargaan dari Presiden Joko Widodo. Sebab, Presiden Donald Trump dianggap telah mendukung kerja sama RI dan Amerika Serikat selama ini.

Secara khusus, Luhut juga berterima kasih atas fasilitas bebas tarif bea masuk melalui Generalized System of Preferences (GSP), untuk lebih 700 produk ekspor asal Indonesia.

Sebaliknya, Presiden Trump juga menyampaikan salam dan terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo atas kerja sama yang terjalin selama ini. Ia juga menyampaikan penilaian positif atas peningkatan hubungan ekonomi kedua negara.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait