Kasus Covid-19 Jakarta Bertambah 1.579, Penjemput Rizieq Diminta Tes

Penambahan kasus Covid-19 di DKI Jakarta hari ini adalah rekor tertinggi sejak awal pandemi.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
21 November 2020, 16:40
Sejumlah anak menunggu kedatangan Habib Rizieq Shihab di Petamburan III, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2020). Puluhan orang yang menghadiri acara tersebut kini diketahui positif Covid-19.
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Sejumlah anak menunggu kedatangan Habib Rizieq Shihab di Petamburan III, Jakarta Pusat, Selasa (10/11/2020). Puluhan orang yang menghadiri acara tersebut kini diketahui positif Covid-19.

Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 4.998 orang pada Sabtu (21/11). Tambahan tersebut membuat total kasus positif Covid-19 mencapai 493.308 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 413.955 orang dinyatakan sembuh dan 15.774 orang lainnya meninggal dunia. Data tersebut dihimpun Satgas Covid-19 hingga pukul 12.00 WIB. Sementara itu, pasien yang sembuh bertambah 3.403 orang dan yang meninggal dunia bertambah 96 orang.

Sementara kasus suspek berjumlah 64.317, dengan 43.122 spesimen di 34 provinsi dan 505 kabupaten/kota. Berikut adalah Databoks penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesia:

DKI Jakarta masih menjadi provinsi penyumbang terbesar kasus positif Covid-19. Hari ini, tambahan kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 1.579 atau mencapai 31,59% dari total kasus harian nasional.

Penambahan kasus Covid-19 di DKI Jakarta hari ini adalah rekor tertinggi sejak awal pandemi. Sebelumnya, rekor kasus harian Covid-19 terjadi pada 16 September 2020 dengan 1.505 kasus. Simak Databoks berikut:

 

Selama sepekan terakhir, jumlah orang yang menjalani tes Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 72.420 dengan jumlah spesimen yang positif mencapai 8,8%. Angka itu lebih tinggi dari rata-rata positivity rate DKI Jakarta sejak awal pandemi, yakni 8,3%.

Peserta Kerumunan Diminta Tes

Tingginya kasus dalam sepekan terakhir membuat Satgas Covid-19 memberi perhatian khusus pada wilayah DKI Jakarta. Satgas Covid-19 meminta masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Tebet dan Petamburan di Jakarta Selatan serta Megamendung di Bogor untuk segera melakukan Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) menyusul sejumlah kasus positif di wilayah tersebut.  

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Doni Monardo mengimbau agar masyarakat segera mendaftarkan diri ke RT/RW di wilayahnya untuk mendapatkan Test PCR tersebut secara gratis.  

“Kami telah menyebarkan  rapid test swab antigen sebanyak 2.500 unit kepada  Puskesmas yang wilayahnya berpotensi terjadi peningkatan kasus seperti di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.   RT dan RW di Tebet, Petamburan dan Megamendung dapat berkoordinasi dengan Puskesmas tersebut agar masyarakatnya segera mendapatkan Tes PCR dengan gratis.”

Doni menjelaskan bahwa Tes PCR ini juga disarankan bagi orang-orang yang turut dalam penjemputan Rizieq Shihab ke Soekarno-Hatta.   “Kami memohon kesadaran seluruh masyarakat di sekitar wilayah Tebet, Petamburan dan Megamendung serta mereka yang turut menjemput Habib Rizieq untuk melakukan tes PCR,” ujarnya. 

Menurutnya, jika kasus Covid-19 dapat segera dideteksi, petugas dapat melakukan perawatan atau cukup dengan karantina. Dengan begitu, Doni berharap penularan lanjutan dapat dicegah.

Doni menambahkan bahwa jika dalam pemeriksaan tersebut ada yang positif Covid-19, maka dapat langsung melakukan isolasi di tempat yang telah disediakan oleh pemerintah yaitu di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Hari ini,  di Petamburan ada 15 orang  ditest, 7 orang positif covid19.  Sedangkan di Megamendung 20 orang dari 559 orang juga terkena Covid19. Terakhir ada 50 orang di Tebet yang melakukan Tes PCR hasilnya positif Covid-19. 

Satgas juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan melalui Gerakan 3M, yakni memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. "Semakin disiplin masyarakat patuh, maka semakin efektif penanganan pandemi Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

Langkah itu lebih efektif mencegah penularan jika dilakukan secara kolektif. "Kalau kita sudah patuh pada protokol kesehatan, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk patuh pada protokol kesehatan.”

Wiku menunjukkan bahwa beberapa jurnal internasional menyatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko penularan sebesar 35%. Sedangkan memakai masker kain dapat menurunkan risiko penularan sebesar 45%, dan masker bedah dapat menurunkan risiko penularan hingga 70%. Yang paling utama, menjaga jarak minimal 1 meter dapat menurunkan risiko penularan sampai dengan 85%.

Editor: Pingit Aria

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait