Jokowi Perhatikan Khusus Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta dan Jateng

Dari tambahan 6.267 kasus Covid-19 yang diumumkan pada Minggu (29/11), sebanyak 55,3% berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Image title
Oleh Rizky Alika
30 November 2020, 11:59
Sejumlah warga lereng Gunung Merapi mengikuti cara cuci tangan yang benar saat edukasi protokol kesehatan di Tempat Pengungsian Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (10/11/2020). Edukasi dengan mengajarkan cara mencuci tangan, menggunakan cairan
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/pras.
Warga lereng Gunung Merapi mengikuti cara cuci tangan yang benar saat edukasi protokol kesehatan di Tempat Pengungsian Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (10/11/2020).

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Presiden Joko Widodo meminta para menteri memberikan perhatian khusus terhadap Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

"Ada dua provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus karena peningkatan dalam minggu ini, dalam dua-tiga hari ini peningkatannya sangat drastis, yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta," kata Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/11).

Jokowi mencatat, kasus aktif Covid-19 secara nasional pada 29 November 2020 meningkat 13,41% dalam sepekan terakhir. Peningkatannya lebih tinggi dibandingkan rata-rata pada pekan sebelumnya sebesar 12,78%.

Selain itu, tingkat kesembuhan virus corona sebesar 83,44%, menurun dibandingkan minggu sebelumnya sebesar 84,03%. Jokowi pun menilai kedua catatan tersebut memburuk. "Karena itu, kasus yang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin."

Karena itu, Jokowi meminta Menteri Dalam Negeri mengingatkan para gubernur, bupati, dan walikota untuk memegang penuh kendali Covid-19 dan perekonomian di wilayah masing-masing. Sebab, kepala daerah bertugas untuk melindungi keselamatan warga. "Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta kepastian dimulainya vaksinasi Covid-19. Selain itu, meminta bawahannya untuk memaparkan perkembangan perekonomian terkini.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengumumkan tambahan kasus positif Covid-19 Indonesia pada Minggu (29/11) mencapai 6.267 kasus baru. Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi tambahan kasus harian, sejak virus corona pertama kali dideteksi di Indonesia pada Maret 2020.

Berikut adalah Databoks perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia:

Sebanyak 3.467 kasus berasal dari Jawa Tengah dan DKI Jakarta, yakni masing-masing 2.036 dan 1.431 kasus, atau 55,3% dari jumlah tambahan hari ini. Lalu di urutan ketiga ada provinsi Jawa Timur dengan tambahan kasus baru yang hanya 412.

Dengan tambahan tersebut tingkat positivitas virus corona naik menjadi 20,2%. Hal ini lantaran jumlah tes yang dilakukan Minggu kemarin hanya 42.903 atau lebih sedikit dibandingkan kemarin yang sebanyak 46.574 spesimen. Adapun jumlah spesimen yang telah diuji selama ini mencapai 5,66 juta, dan orang yang diperiksa berjumlah 3,79 juta.

Secara kumulatif kasus Covid-19 di Indonesia hingga Minggu (29/11) sebanyak 534.266 orang. Selain itu, Kemenkes mencatat tambahan 169 kasus kematian, menyamai rekor tertinggi yang sebelumnya dicatatkan pada Jumat (27/11).

Di sisi lain tambahan jumlah pasien yang berhasil sembuh dari penyakit ini juga mengalami penurunan menjadi 3.810 dari sehari sebelumnya yang mencapai 4.527 orang. Sedangkan 71.658 orang masih dalam perawatan atau bertambah 2.288 orang.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria
Video Pilihan

Artikel Terkait