Bertambah 6.848 Kasus Covid-19 Hari Ini, DKI Jakarta Kembali Tertinggi

Total kasus Covid-19 yang terdeteksi di Indonesia mencapai 671.778 kasus.
Pingit Aria
21 Desember 2020, 18:54
Petugas medis melakukan rapid tes antigen COVID-19 kepada calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (21/12/2020).PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero jelang Natal dan Tahun Baru 2021 menerapkan protokol kesehatan ketat moda t
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Petugas medis melakukan rapid tes antigen COVID-19 kepada calon penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (21/12/2020).PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero jelang Natal dan Tahun Baru 2021 menerapkan protokol kesehatan ketat moda transportasi KA, mulai 22 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021, yakni penumpang KA jarak jauh di Pulau Jawa diharuskan untuk menunjukkan hasil rapid test antigen atau tes PCR yang negatif sebagai syarat perjalanan naik kereta api.

Pemerintah kembali memperbarui informasi soal penanganan wabah virus corona. Hari ini dilaporkan, total kasus Covid-19 di Indonesia ada lebih dari 670 ribu kasus.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, dilaporkan ada 6.848 kasus baru Covid-19 pada Senin (21/12). Sehingga, sejak Maret sudah ada 671.778 kasus Covid-19 di Tanah Air.

DKI Jakarta menjadi daerah penyumbang pasien Covid-19 terbanyak hari ini dengan jumlah 1.466 kasus. Kemudian, Jawa Tengah memiliki 997 kasus baru, Jawa Timur 837 dan Jawa Barat dengan 716 kasus.

Selain itu, dilaporkan penambahan pasien sembuh sebanyak 5.073 orang. Dengan demikian, hingga hari ini ada sebanyak 546.884 pasien Covid-19 yang sembuh.

Sementara itu, dilaporkan hari ini ada 205 pasien meninggal akibat Covid-19. Total tercatat ada sebanyak 20.085 pasien Covid-19 yang meninggal.

Hingga hari ini, pemerintah memantau suspek Covid-19 sebanyak 67.509. Secara umum, penularan virus corona telah ditemukan di 34 provinsi pada 510 kabupaten/kota.

Berikut Databoks perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia:

Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengingatkan masyarakat untuk patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebab, kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 adalah Gerakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan bahwa kepatuhan terhadap protokol kesehatan secara dapat lebih efektif mencegah penularan jika dilakukan secara kolektif. "Kalau kita sudah patuh pada protokol kesehatan, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk patuh pada protokol kesehatan," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Wiku menunjukkan bahwa beberapa jurnal internasional menyatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko penularan sebesar 35%. Sedangkan memakai masker kain dapat menurunkan risiko penularan sebesar 45%, dan masker bedah dapat menurunkan risiko penularan hingga 70%. Yang paling utama, menjaga jarak minimal 1 meter dapat menurunkan risiko penularan sampai dengan 85%.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait