Pelni Angkut 151 Ribu Penumpang Natal, Pelayaran Indonesia Timur Ramai

Beberapa rute seperti Kupang - Larantuka, Manokwari - Sorong, dan Jayapura – Biak cukup ramai saat masa pelayaran Natal 2020.
Pingit Aria
27 Desember 2020, 10:53
Penumpang yang mengenakan masker bersiap menaiki KM Dorolonda yang akan diberangkatkan dari Terminal Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (15/11/2020). PT Pelni menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan sudah diverifikasi oleh Komite Nasional Kese
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Penumpang yang mengenakan masker bersiap menaiki KM Dorolonda yang akan diberangkatkan dari Terminal Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (15/11/2020). PT Pelni menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan sudah diverifikasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna memastikan penumpang angkutan laut terhindar dari COVID-19.

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) tercatat mengangkut 151.882 pelanggan yang berpergian dengan kapal penumpang dan kapal perintis selama periode angkutan Natal 2020. Jumlah penumpang dibatasi selama pandemi Covid-19 untuk mencegah penularan virus corona.

"Perusahaan selalu berupaya menghadirkan angkutan Natal dan Tahun Baru yang andal, aman, menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat serta pembatasan jumlah penumpang 50% dari kapasitas terpasang," kata Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni O.M Sodikin di Jakarta, Minggu (27/12).

Pelni mencatat sejak 11 hingga 24 Desember 2020, jumlah pelanggan yang menggunakan armada kapal penumpang mencapai 119.562 pelanggan, dan 27.551 pelanggan dengan kapal perintis.

Khusus untuk pelayaran pada hari Natal, Jumat (25/12), Pelni mencatat sejumlah 4.149 pelanggan melakukan perjalanan dengan kapal penumpang dan 620 pelanggan melakukan perjalanan dengan kapal perintis.

Masa puncak pelayaran untuk kapal penumpang terjadi pada keberangkatan 22 Desember 2020, yakni terdapat kenaikan jumlah penumpang hingga dua kali lipat dibandingkan dengan keberangkatan satu hari sebelumnya.

Pada keberangkatan tanggal 22 Desember 2020 jumlah pelanggan mencapai 13.146 pelanggan atau naik dua kali lipat dari keberangkatan satu hari sebelumnya (21/12) yakni 6.209 pelanggan.

"Sementara untuk masa puncak kapal perintis terjadi pada keberangkatan Jumat (18/12) dengan jumlah penumpang mencapai 2.940 pelanggan," kata Sodikin.

Hingga saat ini, terdapat lima rute terpadat yang dilayani oleh kapal penumpang Pelni, yaitu rute Pulau Batam - Belawan dengan jumlah penumpang sebesar 4.622 pelanggan, Kupang - Larantuka (3.500), Manokwari - Sorong (2.784), Jayapura - Biak (2.664), dan Jayapura - Serui (2.603).

Sementara lima rute terpadat pada kapal perintis meliputi wilayah Manokwari - Biak dengan jumlah penumpang sebesar 625 pelanggan, Tua Pejat - Teluk Bayur (613), Ternate - Mayau (594), Makassar - Reo (406), Tua Pejat - Sikakap (398).

Selama pelayaran, penumpang diminta tertib menjalankan Gerakan 3M, yakni menjaga jarak, mengenakan masker dan mencuci tangan dengan sabun. "Dalam memberikan pelayanan di masa puncak Nataru (Natal-Tahun Baru) ini, Pelni selalu memperhatikan dan menerapkan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat termasuk pelaksanaan 3M selama pelayaran berlangsung agar perjalanan para pelanggan aman dan nyaman," kata Sodikin.

Dalam lima tahun terakhir, Badan Pusat Statistik mencatat kenaikan jumlah penumpang kapal dan kereta api karena tingginya harga tiket pesawat. Simak Databoks berikut:

Rute Baru

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai Sabtu (26/12) melayani layanan feri jarak jauh (long distance ferry/LDF) rute Ketapang, Banyuwangi menuju Lembar, Lombok. Rute baru ini diluncurkan sebagai upaya pengembangan konektivitas dari Jawa-Nusa Tenggara Barat.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, dari total 7 unit kapal (termasuk swasta) yang akan beroperasi di Ketapang-Lembar ini, ASDP akan melayani dengan KMP Portlink VII.

Dengan jarak tempuh sejauh 125 mil, "sailing time" 12,5 jam, dan waktu pelayanan 3 jam, ASDP berharap lintas Ketapang-Lembar ini dapat menjadi layanan penyeberangan yang efektif dan efisien. Lintasan ini merupakan rute LDF ketiga yang dilayani ASDP setelah Surabaya-Lembar dan Jakarta-Surabaya.

"Masyarakat kini semakin mempunyai alternatif transportasi yang lebih baik dan dapat diandalkan," kata Ira dalam peresmian pelayaran perdana lintas penyeberangan Ketapang-Lembar, di Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur, Sabtu.

Seiring penetapan Ketapang-Lembar sebagai lintasan penyeberangan antarprovinsi terbaru, Kementerian Perhubungan juga telah menetapkan KM 309 Tahun 2020 Tentang Tarif Ketapang-Lembar.

Adapun besaran tarif terpadu yang telah ditetapkan oleh regulator dengan rincian sebagai berikut. Untuk kelas ekonomi, tarif penumpang dewasa ditetapkan Rp105.800, sedangkan bayi Rp12.600

Kendaraan :
Golongan 1 Rp115.890;
Golongan 2 sebesar Rp212.000;
Golongan 3 Rp 352.710
Golongan 4 Penumpang Rp1.083.690
Golongan 4 Barang Rp1.042.510
Golongan 5 Penumpang Rp1.992.935
Golongan 5 Barang Rp1.870.815
Golongan 6 Penumpang Rp2.952.710
Golongan 6 Barang Rp2.937.470
Golongan 7 Rp3.872.770
Golongan 8 Rp5.212.110
Golongan 9 Rp7.515.710

Reporter: Antara
Editor: Pingit Aria

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait