Brasil Tolak Permintaan Penggunaan Darurat Vaksin Sputnik V Rusia

Brasil diperkirakan akan menggunakan vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari Tiongkok dan AstraZeneca dari Inggris.
Pingit Aria
17 Januari 2021, 17:20
Maxim Shemetov Kotak berisi botol dengan vaksi Sputnik V (Gam-COVID-Vac) saat vaksinasi melawan virus corona (COVID-19) di sebuah klinik di kota Domodedovo dekat Moskow, Rusia, Kamis (3/12/2020).
ANTARA FOTO/REUTERS/Maxim Shemetov/AWW/dj
Maxim Shemetov Kotak berisi botol dengan vaksi Sputnik V (Gam-COVID-Vac) saat vaksinasi melawan virus corona (COVID-19) di sebuah klinik di kota Domodedovo dekat Moskow, Rusia, Kamis (3/12/2020).

Regulator kesehatan Brasil, Anvisa menolak permohonaan izin penggunaan darurat vaksin virus corona Sputnik V buatan Rusia. Sebelumnya, permohonan izin itu diajukan oleh perusahaan farmasi Uniao Quimica.

Uniao Quimica semula meminta persetujuan untuk penggunaan 10 juta dosis Sputnik V di Brasil pada kuartal pertama tahun ini.

Dalam sebuah pernyataan di laman daring Kementerian Kesehatan, Anvisa menyebut bahwa perusahaan itu gagal memberikan jaminan yang cukup meyakinkan atas uji klinis fase ke-III dan sejumlah isu terkait produsen vaksin Sputnik V.

Para pejabat Anvisa telah mengatakan bahwa vaksin Sputnik V akan diwajibkan untuk melalui fase ke-III uji klinis di Brasil sebelum penggunaannya dapat diotorisasi.

Dalam pernyataannya, Anvisa juga mengatakan bahwa siapaun yang mengajukan izin penggunaan darurat harus menunjukkan uji klinis vaksin yang tengah berlangsung akan membawa keamanan dan kemanjuran jangka panjang.

Anvisa diperkirakan akan memutuskan untuk mengotorisasi penggunaan darurat vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac dari Tiongkok dan AstraZeneca dari Inggris pada hari Minggu.

HEALTH-CORONAVIRUS/BRAZIL-NEWYEAR
HEALTH-CORONAVIRUS/BRAZIL-NEWYEAR (ANTARA FOTO/REUTERS/Amanda Perobelli/pras/cf)

 

Kasus Tertinggi Ketiga

Brasil mengalami penambahan 69.198 kasus dan 1.151 kematian akibat Covid-19 dalam sehari pada Jumat (15/1). Hari itu menjadi hari keempat berturut-turut jumlah kematian berada di atas 1.000, menurut Kementerian Kesehatan.

Negara Amerika Selatan itu mengonfimasi total 8.390.341 kasus Covid-19 sejak pandemi mewabah, dengan total kematian mencapai 208.133.

Brasil mengalami wabah Covid-19 terparah ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan India.

Sementara itu, Italia menangguhkan penerbangan dari Brasil, Menteri Kesehatan Roberto Speranza mengatakan pada Sabtu (16/1), menanggapi varian baru virus corona.

Siapa pun yang telah transit di Brasil dalam 14 hari terakhir juga dilarang memasuki Italia, katanya di Facebook. Sementara itu, orang yang tiba di Italia dari Brasil akan diminta untuk mengikuti tes Covid-19.

"Sangat penting bagi para ilmuwan kami untuk mempelajari varian  baru ini. Sementara itu, kami mengambil pendekatan yang sangat hati-hati", katanya.

Aturan semacam itu akan tetap berlaku hingga 31 Januari, menurut perintah yang dikeluarkan pada  Sabtu oleh menteri kesehatan.

Vaksinasi di Indonesia

Sementara itu, Indonesia telah memulai vaksinasi Covid-19 dengan vaksin buatan Sinovac, Tiongkok. Penyuntikan pertama dilakukan terhadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu (13/1) lalu.

Pada tahap awal, vaksinasi akan dilakukan terhadap tenaga Kesehatan di seluruh Indonesia. Vaksinasi selanjutnya akan dilakukan terhadap petugas pelayanan publik dan masyarakat umum. Simak Databoks berikut:

Sementara vaksinasi dilakukan secara bertahap, warga diminta tetap mematuhi protokol Kesehatan. Gerakan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun harus tetap dijalankan dengan disiplin.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait