Kasus Covid-19 Bertambah 10.365, Jumlah Kematian Pecah Rekor

Dalam 24 jam terakhir, sebanyak 308 pasien Covid-19 meninggal dunia di Indonesia.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
19 Januari 2021, 18:01
Penyintas COVID-19 mendonorkan plasma konvalesennya di PMI DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (19/1/2021). Pemerintah mencanangkan donasi plasma konvalesen sebagai gerakan nasional untuk membantu pasien yang masih berjuang untuk sembuh dari COVID-19.
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Penyintas COVID-19 mendonorkan plasma konvalesennya di PMI DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (19/1/2021). Pemerintah mencanangkan donasi plasma konvalesen sebagai gerakan nasional untuk membantu pasien yang masih berjuang untuk sembuh dari COVID-19.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kasus positif Covid-19 di Indonesia hari ini, Selasa (18/1) bertambah 10.365 orang.Dengan demikian, total kasus Covid-19 mencapai 927.380 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 753.948 orang dinyatakan sembuh dan 26.590 orang lainnya meninggal dunia. Data tersebut dihimpun Kementerian Kesehatan dalam 24 jam hingga pukul 12.00 WIB.

Pasien yang dinyatakan sembuh hari ini bertambah 8.013 orang, sementara pasien meninggal dunia bertambah 308 orang. Jumlah pasien yang meninggal dunia hari ini merupakan rekor baru. Rekor tertinggi sebelumnya sebanyak 306 orang terjadi pada 13 Januari 2021.

Jumlah suspek Covid-19 pada hari ini tercatat 76.971 orang. Sementara, jumlah spesimen yang berhasil diperiksa hari ini sebanyak 70.634 spesimen dari 43.471 orang.

Kasus positif Covid-19 cenderung mengalami lonjakan usai libur panjang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021. Rekor tertinggi penambagan kasus Covid-19 sebanyak 14.224 orang terjadi pada Sabtu (16/1) lalu.

Berikut Databoks penambahan kasus Covid-19 di Indonesia: 

Sejak kasus pertama kasus diungkap pemerintah pada Maret 2020 lalu, pandemi Covid-19 belum terkendali. Lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah telah membuat rumah sakit kewalahan. Rata-rata kapasitas tempat tidur di atas angka 70%, padahal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ambang batas kapasitas tempat tidur idealnya di bawah angka 60%.

Satgas Penanganan Covid-19 kembali mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. Karena, kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus corona adalah Gerakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut kepatuhan terhadap protokol kesehatan secara dapat lebih efektif mencegah penularan jika dilakukan secara kolektif. "Kalau kita sudah patuh pada protokol kesehatan, jangan lupa mengingatkan orang lain untuk patuh pada protokol kesehatan," ujarnya.

Wiku menunjukkan bahwa beberapa jurnal internasional menyatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat menurunkan risiko penularan sebesar 35%. Sedangkan memakai masker kain dapat menurunkan risiko penularan sekitar 45%, dan masker bedah dapat menurunkan risiko penularan hingga 70%. Yang paling utama, menjaga jarak minimal 1 meter dapat menurunkan risiko penularan sampai dengan 85%.

Editor: Pingit Aria

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait