Hari Pers Nasional, Jokowi Siapkan Vaksin Corona untuk 5.000 Wartawan

Rizky Alika
9 Februari 2021, 13:00
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan berusia lanjut saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Rumah Sakit Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan (Kemenk
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada tenaga kesehatan berusia lanjut saat kegiatan vaksinasi massal dosis pertama di Rumah Sakit Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Senin (8/2/2021). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memulai vaksinasi tenaga kesehatan di atas 60 tahun setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan vaksin tersebut untuk lansia.

Hari Pers Nasional diperingati setiap 9 Februari yang bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19 kali ini, Presiden Joko Widodo menjanjikan vaksin Covid-19 untuk 5 ribu orang awak media.

Vaksin tersebut bakal diberikan pada akhir Februari atau awal Maret 2021. "Saya sudah bisik-bisik ke Prof Nuh (Ketua Dewan Pers) untuk (tahap) awal di akhir bulan Februari atau awal Maret, untuk media sudah kami siapkan kira-kira 5 ribu orang untuk bisa divaksin," kata Jokowi dalam Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/2).

Jokowi meyakini, banyak awak media yang memerlukan vaksin virus corona untuk menjalankan tugasnya. Oleh karena itu, PT Bio Farma (Persero) akan mengalokasikan vaksin bagi pekerja media.

Saat ini, pemerintah tengah memprioritaskan pemberian vaksin untuk tenaga kesehatan dan pelayan masyarakat. Tak hanya itu, pemerintah juga mengutamakan pemberian vaksin kepada pedagang pasar yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat.

Pemerintah pun terus bekerja keras untuk memperoleh stok vaksin Covid-19. "Salah satu belanja besar pemerintah adalah vaksin," kata Jokowi.

Selama pandemi, pemerintah pun memberikan sejumlah keringanan bagi industri media. Beberapa di antaranya ialah penanggungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 oleh pemerintah, pengurangan PPh Badan, pembebasan PPh Pasal 22 impor, dan percepatan restitusi. Insentif fiskal tersebut berlaku hingga Juni 2021. Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan pembebasan abonemen listrik bagi industri media.

"Bantuan yang diberikan ke industri media memang tidak seberapa. Namun beban fiskal pemerintah juga berada pada posisi yang selain berat menangani kesehatan, juga berat menggerakan ekonomi," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana untuk melakukan vaksinasi terhadap 1,5 juta tenaga kesehatan hingga akhir Februari 2021. Setelahnya, vaksinasi akan dilanjutkan untuk petugas layanan publik, TNI, dan Polri.

Berikut adalah Databoks cakupan vaksinasi Covid-19 di beberapa negara di Asia: 

Kementerian Kesehatan pada 8 Februari mencatat, tenaga kesehatan yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama sebanyak 814.585 orang. Untuk tahap kedua, tenaga kesehatan yang telah mendapatkan vaksin corona sebanyak 171.270 orang. Dengan demikian, total tenaga kesehatan yang telah mendapatkan vaksin sebanyak 985.855 orang.

Adapun, vaksinasi untuk masyarakat umum diharapkan berjalan pada April 2021. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan sekitar 70% dari populasi Indonesia akan selesai divaksinasi dalam waktu satu tahun.

Advertisement
Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait