Aman bagi Lansia, Ma’ruf Amin Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac

Angka kematian akibat Covid-19 pada kelompok usia lanjut mencapai 47,3%. Vaksin diharapkan dapat mengurangi penularan virus corona pada lansia.
Image title
17 Februari 2021, 10:26
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-1
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin disuntik vaksin Covid-19 CoronaVac produksi Sinovac, Tiongkok. Penyuntikan dilakukan setelah izin penggunaan darurat (emergency use of authorization/EUA) diterbitkan untuk kaum lanjut usia.

Pemberian vaksin kepada Ma’ruf Amin dilaksanakan pada Rabu (17/02) pukul 08.30 WIB di Pendopo Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro No. 2 Jakarta. Keikutsertaan Wapres yang berusia 77 tahun dalam program vaksinasi ini diharapkan dapat memberikan contoh nyata uji klinis keamanan penggunaan vaksin kepada lansia.

Seperti diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan EUA untuk usia di atas 60 tahun pada 5 Februari lalu. Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan banyaknya korban meninggal terinfeksi virus corona pada kelompok lansia.

“Angka kematian akibat Covid-19 ini menunjukkan data statistik bahwa kelompok usia lanjut atau lansia menduduki porsi cukup tinggi, yaitu sekitar 47,3%, berdasarkan data terakhir yang kami dapatkan dari KPC-PEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonoi Nasional),” kata Penny seperti dikutip dari keterangan pers, Rabu (17/2).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, persentase lansia yang terpapar virus corona di Indonesia berjumlah 10%. Namun, total lansia yang meninggal karena Covid-19 mencapai angka 50%. 

Hal tersebut menunjukkan risiko besar bagi para lansia di dalam mengghadapi pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pemberian vaksin kepada lansia didahulukan karena risikonya tinggi.

“Kalau terkena, kemungkinan fatalnya besar,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pada keterangan persnya secara virtual, Minggu (7/1).

Sebagai informasi, program vaksinasi Covid-19 untuk kelompok usia 18-59 tahun telah berjalan secara bertahap sejak 13 Januari 2021 lalu. Melalui program vaksinasi, pemerintah berharap agar kelebalan komunitas (herd immunity) segera terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Hingga 16 Februari, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat jumlah orang yang telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 1.120.963 orang. Angka tersebut bertambah 24.868 dari hari sebelumnya.

Berikut adalah Databoks perkiraan populasi lansia di Indonesia: 

Sedangkan jumlah orang yang telah mendapatkaan suntikan kedua sebanyak 537.147 orang. Jumlahnya bertambah 54.522 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Adapun cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama telah mencapai 76,32% dari sasaran vaksinasi tenaga kesehatan sebesar 1.468.764. Sedangkan vaksinasi dosis kedua baru mencapai 36,57% dari target.

Jika dibandingkan dengan total sasaran vaksinasi, jumlah pemberian dosis pertama hanya berkisar 0,62%. Sedangkan dibandingkan penerima dosis kedua sekitar 0,3%.

Untuk meningkatkan jumlah penerima, pemerintah memulai vaksinasi Covid-19 tahap kedua pada 17 Februari 2021. Program vaksin virus corona itu menyasar pekerja publik dan lansia di atas usia 60 tahun.

Pemerintah memproyeksi vaksinasi tahap kedua selesai pada Mei tahun ini. Total sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai 38,5 juta orang yang terdiri dari 16,9 juta pekerja publik dan 21,5 juta lansia.

Adapun pekerja publik terdiri dari pendidik (guru & dosen), pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, TNI, Polri, dan Satpol PP, pelayan publik termasuk perangkat desa, BUMN, BUMD, dan pemadam kebakaran.

Selain itu, petugas transportasi publik, atlet, wartawan dan pelaku sektor pariwisata termasuk staf hotel, restauran dan tempat wisata akan mendapat giliran vaksinasi tahap kedua.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait