Adu Kuat Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie Berebut Kursi Ketua Kadin

Pingit Aria
30 Maret 2021, 18:59
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bakal menggelar pemilihan ketua umum pertengahan tahun ini. Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie bakal maju dalam pencalonan.
Arief Kamaludin|KATADATA
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bakal menggelar pemilihan ketua umum pertengahan tahun ini. Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie bakal maju dalam pencalonan.
  • Posisi Ketua Umum Kadin akan kosong setelah Rosan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.
  • Arsjad Rasjid banyak menggandeng tokoh nasional, sementara Anindya Bakrie rajin bersafari ke daerah.
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah tidak akan ikut campur.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bakal menggelar pemilihan ketua umum. Dua kandidat, yakni Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie mulai menghimpun dukungan. Keduanya telah bersafari ke daerah serta sowan ke sejumlah tokoh.

Arsjad Rasjid merupakan Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk, posisi yang didudukinya sejak 2005. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Komisaris PT Grab Teknologi Indonesia dan Komisaris PT Net Mediatama televisi. Namun, baru dua tahun terakhir ia terlibat dalam kepengurusan Kadin.

Sedangkan, Anindya yang merupakan Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk telah belasan tahun berada dalam kepengurusan Kadin. Anin juga merupakan putra Aburizal Bakrie yang pernah memimpin Kadin.

“Pak Arsjad dan Pak Anindya sama-sama kuat. Tapi Pak Anin jelas posisinya lebih menguntungkan karena Wakil Ketua Bidang Organisasi dan lama di Kadin, jadi lebih dikenal,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Suryani Motik.

Beda Strategi

Arsjad mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum Kadin pada Jumat, 26 Maret 2021. Sejumlah tokoh nasional hadir dalam acara yang digelar di Hutan Kota Plataran, Jakarta itu.

Di antaranya, ada Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. "Saya mendukung Pak Arsjad Rasjid menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia 2021-2026. Saya yakin kita akan bersatu memajukan Indonesia, memulihkan perekonomian Indonesia," ujarnya.

Lutfi mengatakan Arsjad merupakan kawan lama. Mereka sama-sama berkuliah di Los Angeles, Amerika Serikat. Keduanya juga teman satu tempat tinggal saat masih duduk di bangku kuliah dan memulai merintis menjadi pengusaha pada waktu yang hampir berbarengan.

Selain Lutfi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia juga tampak hadir. “Positioning saya jelas, saya mendukung Arsjad. Saya akan perjuangkan sampai menang jadi Ketum Kadin Indonesia periode selanjutnya yang akan menggantikan Bang Rosan,” kata Bahlil yang juga Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015-2019

Selain keduanya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga hadir. Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani serta belasan Ketua Kadin Daerah juga menyampaikan dukungan kepada Arsjad.

Arsjad Rasjid
Arsjad Rasjid (Arief Kamaludin|Katadata)

 

Tak hanya itu, Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno mengatakan kelompoknya mendukung Arsjad lantaran bos Indika Energy ini merupakan Wakil Ketua Umum PP.

Berbeda dengan Arsjad yang mengumpulkan tokoh-tokoh nasional, Anindya bakrie banyak bersafari ke daerah. Ia juga mendokumentasikan setiap kunjungannya melalui media sosial.

Pada 4 Maret 2021 misalnya, Anindya bertolak ke Semarang untuk menemui pengurus Kadin Jawa Tengah dengan Gubernur Ganjar Pranowo.

“Teman-teman Kadin Jawa Tengah mendukung dan mendorong saya jadi Ketua Umum Kadin Indonesia,” kata Anindya melalui akun Instagram pribadinya, @anindyabakrie.

Dua hari berselang,  Anindya terbang ke Manado, Sulawesi Utara. Kemudian, pada 9 Maret 2021, suami Firdani Saugi ini berkunjung ke kantor Kadin Jawa Barat. Ia juga bertemu dengan Gubernur Ridwan Kamil.

Dari Bandung, Anindya terbang ke Bali untuk menghimpun dukungan dari Gubernur I Wayan Koster. Anindya juga telah bertolak ke Sumatera Utara. Di Medan, ia menemui Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Bobby Nasution, dan pengurus Kadin setempat.

Selain bersafari ke berbagai daerah, Anindya juga memenuhi sejumlah tokoh. Terakhir, ia berkunjung ke kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Namun, Luhut mengatakan bahwa Pemerintah tidak pernah ikut campur dalam kontestasi Ketua Umum Kadin periode 2021-2026.

“Pemerintah tidak memihak kandidat manapun dan justru mendukung Kadin yang bermartabat. Pilihlah dengan hati nurani siapa yang terbaik untuk memimpin Kadin ke depan. Perhatikan rekam jejak supaya dapat pilihan terbaik,” kata Luhut, seperti yang disampaikan Anindya Bakrie usai pertemuan, Senin (29/3).

Bagaimanapun, Anindya mengklaim telah mengantongi 75% suara dari 34 provinsi di Indonesia.  "Tentunya dukungan ini karena teman lama lah, akan kita rangkul," ujarnya.

RUPS TAHUNAN PT BAKRIE & BROTHERS
RUPS TAHUNAN PT BAKRIE & BROTHERS (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.)

 

Mekanisme Pemilihan

Kadin akan kembali memilih ketua umum karena Presiden Joko Widodo memilih Rosan sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Pemilihan Ketua Umum Kadin periode 2021-2026 akan digelar dalam musyawaran nasional pada bulan Mei atau Juni tahun ini.

Ada 132 suara yang diperebutkan dalam pemilihan Kadin. Masing-masing pengurus Kadin Daerah dari 34 provinsi memiliki tiga suara sehingga total suara dari perwakilan daerah mencapai 100 suara. Selain itu, 30 suara lainnya berasal dari perwakilan asosiasi pengusaha di bawah Kadin.

Di luar anggota Kadin dan asosiasi, pejabat tinggi sekalipun tidak memiliki hak suara. Begitu pula mantan anggota Kadin.

Wakil Ketua Umum Kadin Suryani Motik menyatakan bahwa saat ini sebenarnya Kadin belum membuka pendaftaran calon ketua umum secara resmi. Menurutnya, para tokoh baru mendeklarasikan pencalonannya secara informal.

Di luar Arsjad dan Anindya, satu penantang lain diperkirakan ikut dalam bursa pemilihan Ketua Umum Kadin. Ia adalah Ketua Umum PHRI dan Apindo Hariyadi Sukamdani. Namun, ia masih menimbang berbagai kemungkinan. “Saya belum resmi deklarasi,” kata dia.

 

Reporter: Rizky Alika
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait