Harga Cabai Melandai, Mendag Pastikan Bahan Pokok Aman Jelang Ramadan

Pemerintah berupaya memastikan pasokan dan harga bahan pokok aman menjelang Ramadan.
Image title
7 April 2021, 14:03
Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan stok bahan pokok tersedia dengan harga yang stabil menjelang Ramadan 2021.
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.
Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan stok bahan pokok tersedia dengan harga yang stabil menjelang Ramadan 2021.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meninjau Pasar Induk Kramat Jati untuk meninjau pasokan dan harga bahan pokok menjelang Ramadan. Pasar Induk Kramat Jati merupakan pusat perdagangan sayur-mayur sebelum didistribusikan ke pasar-pasar lain di Ibu Kota Jakarta.

"Saya sengaja ke Pasar Induk Kramat Jati untuk memeriksa dari hulunya. Jadi kalau kita bisa lihat, bahwa semua barang hampir bisa dibilang stabil, bahkan menurun," kata Lutfi, Rabu (7/4/2021).

Usai kunjungan tersebut, Lutfi memastikan harga bahan pokok cukup stabil menjelang Ramadan. Bahkan, harga cabai rawit cenderung menurun.

“Kita bisa melihat harga cabai rawit yang tadinya sempat di atas Rp100 ribu hari ini sudah mendekati Rp70 ribu. Bahkan ketika nanti panen malah akan menurun lagi. Begitu juga dengan cabai merah dan cabai merah keriting," katanya.

Sementara itu, harga bahan pokok lain seperti  bawang merah dan beras cenderung stabil. Ia mengatakan harga bawang merah stabil antara Rp18-21 ribu per kilogram, atau Rp1.000 di bawah harga eceran tertinggi (HET). Harga bawang putih juga stabil di angka Rp 18-21 ribu. Sementara harga beras premium dan medium juga stabil. 

Dengan demikian ia menjamin harga bahan pangan jelang Ramadan terjangkau dan akan turun dengan adanya panen raya. “Mudah-mudahan puasa kita tahun ini bisa lebih tenang dan lebih baik. Semua suplai saya pastikan barangnya ada dan tersedia,” ujarnya.

Tinjauan ke Sumatera

Sebelumnya, Lutfi juga mendampingi Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meresmikan Pasar Pariaman di Sumatra Barat. Pasar Pariaman merupakan pasar sempat mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Sumatra Barat pada 2009 dan 2016.

“Kami berharap agar revitalisasi Pasar Pariaman dapat memberikan manfaat langsung baik kepada para pedagang maupun masyarakat sekitar, serta meningkatkan produktivitas roda perekonomian daerah sehingga membantu memulihkan perekonomian,” kata Lutfi, Selasa (6/4) kamarin.

Pembangunan Pasar Pariaman merupakan usulan Walikota Pariaman ke Kementerian Perdagangan pada 2018. Pembangunan Pasar Pariaman kemudian dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sementara Kementerian Perdagangan fokus pada pemulihan tata niaganya.

Mendag Lutfi juga mendorong agar Pasar Pariaman segera memiliki pengelola pasar dan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Pasar Rakyat.

Tahun ini Kementerian Perdagangan menargetkan pembangunan dan revitalisasi 119 pasar rakyat. Lutfi menilai penguatan pasar rakyat melalui pembangunan fisik dan peningkatan kualitas manajemen dapat menjadi salah satu upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari pandemi Covid-19.

Selain Pasar Pariaman, pemerintah juga memperbaiki Pasar Raya Padang yang terdampak gempa 2009. Gubernur Sumatera Barat telah bersurat kepada Mendag untuk merekomendasikan pembangunan Pasar Raya Padang Fase VII melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam peninjauan tersebut Mendag Lutfi juga berdialog dengan perwakilan pedagang Pasar Raya Padang. Para pedagang menyampaikan kondisi aktivitas berdagang saat ini di Pasar Raya Padang, dan mengharapkan peremajaan pasar agar suasana berdagang semakin baik.

Dalam peninjauan harga bahan pokok di kompleks Pasar Raya Padang, Lutfi menilai harga-harga bapok stabil. “Saat ini harga bapok di Padang terpantau stabil untuk mendukung masyarakat menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Hasil pemantauan harga bapok di Pasar Raya Padang menunjukkan harga beras medium (Rp 10.000 per kilogram), gula pasir (Rp 13.000 per kilogram), dan tepung terigu (Rp 10.000 per kilogram), tidak ada kenaikan dibanding minggu lalu. Begitu juga dengan daging sapi harganya tetap di kisaran Rp 128.000 per kilogram dan bawang merah Rp 28.000 per kilogram.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Pingit Aria
Video Pilihan

Artikel Terkait