Teken UU Baru, Putin Bisa Jadi Presiden Rusia hingga 2036

Jika berhasil menjabat sebagai presiden hingga 2036, Putin akan melampaui Joseph Stalin yang pernah memerintah Uni Soviet selama 29 tahun.
Image title
Oleh Cahya Puteri Abdi Rabbi
7 April 2021, 15:25
Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil bagian dalam pertemuan dengan perwakilan komunitas dan penduduk Krimea dan Sevastopol melalui tautan video di Moskow, Rusia, Kamis (18/3/2021).
ANTARA FOTO/REUTERS/Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin /AWW/sa.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil bagian dalam pertemuan dengan perwakilan komunitas dan penduduk Krimea dan Sevastopol melalui tautan video di Moskow, Rusia, Kamis (18/3/2021).

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani aturan yang memungkinkan dirinya untuk kembali menjadi Presiden selama dua periode, atau selama 12 tahun, setelah masa jabatannya habis pada 2024. Dengan begitu, jika terpilih, dia bisa memimpin Rusia hingga 2036.

Diberitakan Reuters, dokumen tersebut ditampilkan di laman pemerintah pada Senin (5/4). Aturan baru ini disebut sebagai hasil referendum pada musim panas 2020, yang memungkinkan Putin berkuasa sampai umur 83 tahun.

Secara resmi, Undang-Undang baru ini membatasi warga Rusia untuk menjabat sebagai presiden dalam dua masa jabatan selama hidup mereka. Selain itu juga melarang jenis pergantian antara presiden dan perdana menteri, strategi yang digunakan Putin pada 2008.

Namun, melansir Guardian, Undang-Undang tersebut secara khusus tidak menghitung masa jabatan hingga masa berlakunya. Artinya, empat masa jabatan Putin yang terakhir (termasuk masa jabatan saat ini) tidak dihitung dan dia masih dapat menjalani dua masa jabatan lagi.

DAVOS-MEETING/PUTIN
DAVOS-MEETING/PUTIN (ANTARA FOTO/REUTERS/Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin /FOC/sa.)

 

Dilansir Reuters, aturan ini menuai kecaman yang disebut para kritikus sebagai kudeta konstitusional, dilakukan dengan mengamandemen sejumlah aturan.

Vladimir Putin yang kini berusia 68 tahun tersebut diketahui telah berkuasa selama lebih dari dua dekade. Ia menjadi perdana menteri Rusia pada 1999-2000 pada masa Presiden Boris Yeltsin, lalu menjadi presiden pertama kali pada 1999 hingga 2008.

Ia kemudian menjadi perdana menteri kembali pada 2008-2012 pada masa presiden Dmitry Medvedev. Kemudian, Putin menjadi presiden lagi pada 7 Mei 2012 dengan periode yang dijadwalkan berakhir pada 2024.

Jika Putin benar-benar berkuasa hingga 2036, masa jabatannya tersebut akan melampaui Joseph Stalin yang pernah memerintah Uni Soviet selama 29 tahun.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Pingit Aria
Video Pilihan

Artikel Terkait