Penyekatan Arus Balik ke Jakarta Diperpanjang hingga 31 Mei 2021

Jumlah kasus Covid-19 menunjukkan tren peningkatan setelah masa libur lebaran, bersamaan dengan arus balik masyarakat dari kampung halaman.
Pingit Aria
24 Mei 2021, 21:45
Warga yang telah balik dari mudik menjalani swab test antigen di Sunter, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Polda Metro Jaya menggelar tes cepat Antigen kepada pemudik yang telah balik ke Jakarta untuk mencegah penyebaran COVID-19.
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.
Warga yang telah balik dari mudik menjalani swab test antigen di Sunter, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Polda Metro Jaya menggelar tes cepat Antigen kepada pemudik yang telah balik ke Jakarta untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Penyekatan lalu lintas arus balik ke Jakarta diperpanjang hingga akhir Mei 2021. Langkah ini diambil untuk mencegah penularan virus corona dari pemudik yang baru kembali dari daerahnya.

“Penyekatan diperpanjang sampai 31 Mei,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Senin (24/5).

Selain menyekat lalu lintas kendaraan yang kembali ke Ibu Kota yang melakukan tes acak para penumpangnya, Fadil juga meminta polisi dan Bhabinkamtimbas untuk mendata pemudik yang kembali maupun pendatang baru untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Antisipasi penularan virus corona setelah masa mudik lebaran masih akan dilakukan hingga setidaknya dua pekan ke depan. "Kami siap untuk terus menjaga Jakarta tetap sehat," kata Fadil

Advertisement

Peningkatan Kasus Covid-19

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan kasus harian di Indonesia bertambah rata-rata 5 ribu kasus per hari dalam beberapa hari terakhir usai tradisi mudik Lebaran 2021. Bahkan, hari ini angkanya sudah mendekati 6 ribu.

Simak Databoks berikut:
"Dalam lima hari terakhir ini bertambah 5 ribu kasus," kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, Alexander Ginting dalam acara webinar ‘Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Arus Balik’, hari ini.

Alexander mengatakan situasi tersebut merupakan pertanda bagi masyarakat untuk mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 dalam dua hingga empat pekan ke depan sesuai masa inkubasi virus corona SARS-CoV-2.

Alexander juga melaporkan peningkatan keterisian tempat tidur di rumah sakit di pulau Jawa. Di antaranya, Jawa Barat bertambah sekitar 3%, DKI Jakarta 2,3%, di Jawa Tengah 6,9%, dan di Yogyakarta 6,3%.

Menurut Alexander, Kementerian Kesehatan telah melaporkan terdapat 54 varian baru SARS-CoV-2 yang tergolong 'Variant of Concern (VOC)' Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Varian baru yang berhasil teridentifikasi di Indonesia berdasarkan hasil Whole Genome Sequence (WGS), di antaranya 18 kasus B117, empat kasus B1351 dan 32 kasus B1617.

"Dari 54 kasus varian yang ditemukan, menyebut 35 diantaranya merupakan 'imported case' atau kasus dengan riwayat perjalanan luar negeri, sementara 17 kasus lainnya merupakan kasus penularan lokal. Dua kasus sisanya belum dirinci," katanya.

Dengan adanya berbagai varian baru virus corona ini, masyarakat diminta untuk terus menjalankan protokol Kesehatan. Gerakan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun harus terus dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait