BMKG Sebut SMS Peringatan Tsunami Akibat Kesalahan Sistem

Image title
27 Mei 2021, 18:13
Seorang warga melihat kerusakan atap sebuah rumah yang ambrol akibat gempa di perumahan Griya Tirta Aji, Malang, Jawa Timur, Jumat (21/5/2021). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa bumi terjadi di 57 km sebelah tenggara
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa.
Seorang warga melihat kerusakan atap sebuah rumah yang ambrol akibat gempa di perumahan Griya Tirta Aji, Malang, Jawa Timur, Jumat (21/5/2021). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa bumi terjadi di 57 km sebelah tenggara Kabupaten Blitar dengan kekuatan 6,2 skala Richter.

Beredar pesan singkat yang berisi peringatan gempa berkekuatan magnitudo 8,5 yang berpotensi tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Namun, pesan singkat ini dikonfirmasi sebagai kesalahan.

Mulanya, tangkapan layar pesan singkat berisi peringatan gempa ini diunggah oleh sejumlah warganet di Twitter. “Peringatan Dini Tsunami di JATIM NTB BALI NTT JATENG Gempa Mag:8.5 04-Jun-21 10:14:45WIB Lok:10.50LS 114.80BT Kdlmn:10Km::BMKG," bunyi pesan yang dikirim oleh KominfoBMKG, Kamis (27/5).

Namun, BMKG memastikan bahwa informasi gempabumi berkekuatan Magnitudo 8,5 dan berpotensi Tsunami yang tersebar melalui saluran komunikasi SMS BMKG-Kominfo itu tidak benar.

“BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar, karena telah terjadi kesalahan pada sistem pengiriman informasi Gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang melalui kanal SMS,” tulis BMKG dalam akun Twitter resminya, beberapa saat kemudian.

BMKG dan Kominfo telah merespon secara cepat dengan melakukan klarifikasi terhadap sistem pengirim informasi yang salah tersebut, melalui saluran/kanal komunikasi yang sama, yakni SMS BMKG-Kominfo.

WARGA MAMUJU MENGUNGSI PASCA GEMPA SUSULAN
WARGA MAMUJU MENGUNGSI PASCA GEMPA SUSULAN (ANTARA FOTO/Akbar Tado/rwa.)

 

Saat ini, BMKG bersama Kominfo sedang melakukan penelusuran dan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab kesalahan sistem SMS, hingga tersebar informasi gempa berpotensi tsunami.

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono memastikan, memastikan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) dalam kondisi aman.

“Informasi yang tersebar via SMS blast Gempa Magnitudo 8,5 hari ini bukan merupakan prediksi gempa yang akan terjadi dalam waktu dekat. Hingga saat ini belum ada satu pun teknologi yang dapat memprediksi gempa dengan tepat dan akurat, mengenai kapan, dimana, dan berapa besar kekuatan gempa akan terjadi,” kata Daryono.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap mengupdate informasi BMKG melalui saluran resmi seperti website, saluran komunikasi infobmkg berbasis media sosial, Call Center 196, maupun kantor BMKG terdekat.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait