Munas Kadin Diundur, Rosan Sebut Arahan Jokowi

Pengusaha mengaku rugi karena Munas Kadin diundur. Sebab, ratusan kamar hotel mewah di Bali sudah dipesan untuk tanggal 2-4 Juni 2021.
Pingit Aria
28 Mei 2021, 07:40
Kadin
Arief Kamaludin|KATADATA

Musyawarah nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Munas Kadin batal digelar di Bali pada 2-4 Juni 2021. Ketua Umum Kadin periode 2015-2020 Rosan Perkasa Roeslani disebut mengubah rencana atas arahan pemerintah.

Mundurnya Munas Kadin dipastikan melalui surat pemberitahuan yang dikeluarkan Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia kepada ketua asosiasi dan anggota luar biasa tertarikh Kamis, 27 Mei 2021. Surat dengan nomor 405/DP5/V/2021 menyatakan Munas Kadin akan ditunda sampai 30 Juni 2021.

Tidak hanya waktunya, lokasi penyelenggaraan Munas pun berubah. Surat tersebut juga menyatakan musyawarah akbar digelar di Kota Kendari.

 Dengan mundurnya jadwal, proses pendaftaran anggota luar biasa peserta konvensi juga akan diperpanjang sampai batas waktu yang belum ditetapkan.

Advertisement

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin Benny Soetrisno mengatakan pembatalan merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Ada permintaan secara verbal yang diterima oleh Ketua Umum Rosan dari pimpinan pemerintah,” ujar Benny yang juga menjadi panitia Munas, Jumat, 28 Mei 2021.

Agenda utama dalam Munas Kadin kali ini adalah untuk memilih ketua umum yang baru. Ada dua calon yang telah mendaftar, yakni Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie.

PELANTIKAN PENGURUS KADIN SULAWESI TENGAH
PELANTIKAN PENGURUS KADIN SULAWESI TENGAH (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj.)

 

Arsjad Rasjid merupakan Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk. Sedangkan Anindya Bakrie merupakan Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk. Anindya merupakan ‘wajah lama’ dengan belasan tahun pengalaman dalam kepengurusan Kadin, sementara Arsyad baru 2 tahun.

Benny menyatakan bahwa sebelum rapat pimpinan pada 25 Mei 2021 lalu, panitia sempat menerima permohonan dari salah satu calon untuk menunda jadwal Munas. Namun, permohonan itu ditolak karena persiapan Munas di Bali sudah hampir tuntas.

Setidaknya ada 250 kamar untuk peserta di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, sudah dipesan. “Kalau diundur jelas rugi. Apalagi Munas di Bali ini juga untuk mendorong pariwisata di sana,” kata Benny.

Ia enggan menyebut nama kandidat yang megajukan usul penundaan Munas tersebut. Namun, Rosan diketahui sebagai pendukung Arsjad.

PRESIDEN TINJAU PELAKSANAAN VAKSINASI GOTONG ROYONG
PRESIDEN TINJAU PELAKSANAAN VAKSINASI GOTONG ROYONG (ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas/wpa/foc.)

 

Bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Rosan dan Arsjad bertemu Presiden Joko Widodo saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong yang merupakan program pemerintah bersama Kadin.

Saat itu, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono memastikan  bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan melakukan intervensi dalam pemilihan Kadin. “Enggak, lah. Sesuai mekanisme yang ada saja,” ujar Heru.

Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan dari Rosan, Arsjad, maupun Anindya terkait diundurnya penyelenggaraan Munas Kadin.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait