Kadin: 28.413 Perusahaan Daftar Program Vaksin Gotong Royong

Sebagian besar perusahaan yang mendaftar program Vaksin Gotong Royong berada di Jakarta.
Cahya Puteri Abdi Rabbi
28 Mei 2021, 18:20
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua KADIN Rosan P Roeslani (kanan) meninjau pelaksanaan perdana program vaksinasi gotong-royong di Pabrik PT Unilever Indonesia Tbk, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). Presiden berharap
ANTARA FOTO/HO/Setpres-Lukas/wpa/foc.
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua KADIN Rosan P Roeslani (kanan) meninjau pelaksanaan perdana program vaksinasi gotong-royong di Pabrik PT Unilever Indonesia Tbk, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (18/5/2021). Presiden berharap pelaku industri dan dunia usaha lebih produktif untuk mendongkrak perekonomian setelah pemerintah dan swasta bekerja sama melaksanakan program vaksinasi gotong royong.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, animo pengusaha terhadap program vaksin Gotong Royong sangat tinggi. Saat ini, jumlah perusahaan yang mendaftar mencapai 28.413 dengan 10,5 juta peserta.

“Antusiasnya sangat positif. Ini terbukti dari banyaknya perusahaan yang mendaftar di Kadin untuk program vaksin Gotong Royong,” Kata Rosan dalam Webinar Vaksinasi dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (28/5).

Ia mengatakan, sebagian besar perusahaan yang mendaftar program vaksinasi Gotong Royong berlokasi di Jakarta. Dari 28.413 perusahaan yang mendaftar, 7.000 di antaranya adalah usaha kecil dan menengah (UKM).

“Ini cukup mengejutkan buat kami, karena UKM yang pegawainya hanya tiga orang, lima orang, sampai sepuluh orang pun antusias dalam mengikuti program vaksinasi ini,” ujarnya.

Rosan mengatakan, jumlah perusahaan yang ikut program vaksinasi Gotong Royong akan terus meningkat, seiring dengan banyaknya pekerja yang divaksin. “Biasanya orang Indonesia itu melihat dulu. Kalau sudah berjalan dan mereka lihat hasilnya bagus, pasti akan lebih banyak lagi perusahaan yang ikut mendaftar,” kata Rosan.

MENTERI BUMN TINJAU SENTRA VAKSINASI GOTONG ROYONG
MENTERI BUMN TINJAU SENTRA VAKSINASI GOTONG ROYONG (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.)

 

Selain itu, ia juga meyakini, program vaksinasi Gotong Royong bisa memberikan dampak positif dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Sebelumnya, pemerintah telah memulai program vaksinasi Gotong Royong sejak 18 Mei lalu. Program ini tidak dibiayai pemerintah, melainkan oleh perusahaan. Namun, perusahaan yang menjadi peserta program ini harus memberikan vaksin secara gratis bagi karyawannya.

Karena itu, jenis vaksin yang digunakan pun dibedakan dengan program vaksinasi pemerintah yang tengah berlangsung.

Bagaimanapun, Kementerian Kesehatan telah menetapkan harga dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi untuk pelaksanaan vaksinasi gotong royong. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021.

Melalui keputusan tersebut, ditetapkan bahwa harga pembelian vaksin sebesar Rp 321.660 per dosis. Sementara tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.

Sementara itu, meski vaksinasi Covid-19 sudah mulai berjalan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan protokol Kesehatan. Sebab, Gerakan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun terbukti paling efektif untuk mencegah penularan virus corona.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Pingit Aria

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait