9,8 Juta UMKM Terima Banpres, Kemenkop UKM Buka Pendaftaran Tahap 2

Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) akan dibuka untuk 3 juta pelaku UMKM.
Image title
7 Juni 2021, 18:40
Sejumlah pelaku usaha antre mengambil Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Selasa (8/12/2020). Sebanyak 993 UMKM yang terdampak pandemi COVID-19 di kabupaten setempat, menerima BLT senilai Rp
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.
Sejumlah pelaku usaha antre mengambil Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Selasa (8/12/2020). Sebanyak 993 UMKM yang terdampak pandemi COVID-19 di kabupaten setempat, menerima BLT senilai Rp 2,4 juta per pelaku usaha guna untuk membantu mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan produtivitas UMKM.

Pemerintah memberikan bantuan kepada pelaku usaha mikro melalui program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021. Program bantuan sosial ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional dari dampak pandemi Covid-19.

“Untuk BPUM tahap pertama sudah cair, sebanyak 9,8 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menerima dana bantuan,” kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/6).

Saat ini, pendaftaran BPUM memasuki tahap kedua. Eddy mengatakan, dalam pendaftaran tahap kedua ini, kuota yang disediakan sebanyak tiga juta UMKM. Pendaftaran BPUM tahap dua dibuka hingga 28 Juni 2021.

“Akan ada tiga juta calon penerima yang akan mendapat dana BPUM di tahap kedua. Seluruhnya adalah penerima baru,” kata Eddy. Ia mengatakan, jumlah tiga juta UMKM berdasarkan usulan dari dinas yang membidangi koperasi dan UMKM di kabupaten/Kota.

Sebagai informasi, program BPUM ini menargetkan 12,8 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Tahun ini, dana yang akan diberikan kepada masing-masing pelaku UMKM adalah Rp 1,2 juta.

Simak Databoks berikut: 

Bantuan diberikan kepada seluruh pelaku usaha mikro terdampak. Baik kepada pelaku usaha yang sudah menerima bantuan pada tahun lalu, maupun belum, yang sudah diusulkan ataupun yang sedang diproses.

Dikutip dari akun keterangan resmi Kementerian Koperasi dan UKM, pelaku usaha mikro yang pernah mendapatkan BPUM di Tahun 2020, dapat menerimanya kembali tahun ini tanpa pendaftaran ulang.

Sementara, bagi pemilik UMKM yang belum pernah menerima bantuan dan ingin mendaftarkan usahanya tahun ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Untuk dapat mengakses bantuan ini, pelaku usaha harus mengajukan usulan dengan melengkapi dokumen ke Dinas/Badan yang membidangi koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah tingkat kabupaten/kota.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengajukan BPUM 2021, yakni sebagai berikut:

  1. Siapkan dokumen, dokumen yang wajib dilampirkan untuk pengajuan calon penerima yaitu: Fotokopi e-KTP; Fotokopi KK; Fotokopi nomor induk berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha (SKU) dari Kepala Desa/Kelurahan.
  2. Serahkan dokumen, calon penerima baik yang perseorangan atau yang dihimpun dalam kelompok diajukan kepada dinas yang membidangi koperasi dan UKM di Kabupaten/Kota.
  3. Lengkapi isian formulir, setiap pengajuan baru harus mengisi formulir berisi informasi seperti: NIK sesuai dengan e-KTP, nomor Kartu Keluarga, nama lengkap sesuai e-KTP, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat sesuai KTP, bidang usaha, nomor telepon.

Selanjutnya, jika pelaku UMKM sudah terverifikasi dan dinyatakan sebagai penerima BPUM maka penerima bantuan akan mendapatkan notifikasi dari lembaga penyalur bantuan (Bank milik BUMN/BUMD atau PT Pos Indonesia) melalui pesan teks dan/atau telepon.

Setelah mendapat informasi, penerima dapat mendatangi lembaga penyalur dengan membawa dokumen berupa e-KTP, Fotokopi NIB/SKU, dan Kartu Keluarga. Kemudian penerima Bantuan mengkonfirmasi dan menandatangani pertanggungjawaban mutlak sebagai penerima BPUM.

Setelah melakukan verifikasi dokumen dan data, Bank Penyalur akan mencairkan dana BPUM sebesar Rp 1,2 juta secara langsung.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait