Kemenkes: 80% Pasien di Wisma Atlet Belum Disuntik Vaksin Covid-19

Vaksin dapat menurunkan tingkat keparahan dan risiko kematian akibat Covid-19.
Image title
24 Juni 2021, 13:23
Sejumlah pasien positif COVID-19 berolahraga di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Data Kementerian Kesehatan, mayoritas pasien ini belum menerima vaksin Covid-19.
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Sejumlah pasien positif COVID-19 berolahraga di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC), Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Data Kementerian Kesehatan, mayoritas pasien ini belum menerima vaksin Covid-19.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, sebanyak 80% pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet belum disuntik vaksin virus corona. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, laporan itu diterima Kemenkes dua pekan lalu.

"Di Wisma Atlet itu yang dirawat 80% belum divaksinasi, yang sudah divaksinasi itu 20%. Di antara mereka yang sudah divaksin, sebanyak 60% baru menerima dosis pertama, dan sisanya sudah dosis dua," kata Maxi dalam diskusi virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Rabu (23/6).

Melihat temuan itu, Maxi megingatkan, bahwa vaksin memiliki manfaat untuk mengurangi tingkat keparahan gejala Covid-19. "Jadi vaksinasi ini sudah membuktikan bahwa juga menurunkan angka kesakitan dan angka kematian," kata dia.

Lebih lanjut, Maxi juga menyoroti mutasi virus SARS-CoV-2 yang sudah mulai banyak terdeteksi di Indonesia berpotensi memiliki tingkat penularan yang tinggi dan sangat cepat. Ia mengatakan, varian delta B1617 cenderung ditemukan pada pasien terpapar covid-19 dengan usia di bawah 18 tahun.

Advertisement

Namun demikian, Maxi menyebut, belum ada gejala khusus yang membedakan antara seseorang yang terpapar virus corona biasa atau dengan varian delta.

Simak Databoks berikut: 

Ia meminta agar warga yang menjadi sasaran vaksinasi untuk segera mendapat suntikan vaksin sebelum virus corona lebih banyak lagi bermutasi. "Percepatan vaksinasi ini menjadi salah satu solusi kita menahan laju penyebaran Covid-19 khususnya varian-varian baru," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk terus menjalankan protokol Kesehatan. Sebab, Gerakan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun terbukti mencegah penularan virus corona.

Wisma Atlet Hampir Penuh

Koordinator Humas RSD Wisma Atlet, Letkol TNI Laut M Arifin mengatakan, saat ini tingkat keterisian tempat tidur di RSD Wisma Atlet sudah mencapai 90%. Ia berharap banyak pasien Corona yang sembuh dari Covid-19, sehingga RSD Wisma Atlet tidak semakin penuh.

"Saat ini sisanya tinggal 9,22%, mudah-mudahan sudah akan banyak yang bisa dipulangkan pasiennya, sehingga bisa gantian untuk masuk yang baru," kata Arifin.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19, pemerintah tengah mempersiapkan rumah susun (rusun) Nagrak di Cilincing, Jakarta Utara, sebagai tempat karantina pasien corona.

Arifin juga berharap, Tower di Rusun Nagrak segera bisa diaktifkan semua, sehingga bisa menampung pasien-pasien yang sebelumnya tidak tertampung di RSD Wisma Atlet, khususnya untuk pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala.

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Pingit Aria

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait