Serba-Serbi 11.11 dan Isu Keamanan Siber Saat Pesta Diskon

Para pelaku kejahatan memilih pesta diskon 11.11 untuk beraksi karena ada banyak promosi yang dapat membuat konsumen lengah.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
11 November 2019, 19:49
Global Shopping Festival Alibaba
Katadata | Muchamad Nafi

Semarak pesta diskon 11.11 hampir berakhir. Beberapa e-commerce yang ambil bagian seperti Lazada, Shopee, Tokopedia, Blibli hingga Bukalapak dipastikan mencatatkan lonjakan penjualan, meski angka resminya belum dirilis.

Di Tiongkok, pesta diskon 11.11 dikenal dengan Single’s Day. Adalah raksasa internet Alibaba yang pertama kali memulai ajang cuci gudang jelang tutup tahun tersebut. Sepintas, konsepnya mirip Black Friday di Amerika Serikat, di mana para peretail menggelar obral besar-besaran untuk menggenjot penjualan. Bedanya, pesta belanja Single’s Day digelar secara online.

Dalam hitung mundur sebelum dimulainya ajang 11.11 kemarin malam, Alibaba mengundang penyanyi Taylor Swift. Hanya dalam dua jam pertama, Alibaba mencatat transaksi melalui pembayaran Alipay sebesar US$ 18 miliar atau sekitar Rp 257 triliun.

Sedangkan di Indonesia, konser Lazada SUPER SHOW disiarkan secara langsung di SCTV, juga melalui fitur livestream di aplikasi. Lazada merupakan bagian dari ekosistem e-commerce Alibaba yang beroperasi di Asia Tenggara.

(Baca: Jelang 11.11, GoPay, DANA, Shopee dan Lazada Beri Diskon hingga 99%)

Promo flash sale Lazada dimulai pada pukul 00:00, 09:00, 12:00, 15:00, 18:00, dan 21:00. Untuk tiap kategori seperti pakaian, kesehatan, kecantikan, dan elektronik dengan diskon hingga 80%.

Seakan tak mau kalah, Shopee menggelar flash sale dengan harga mulai Rp 99 tiap tiga jam sekali dengan tawaran barang-barang yang berbeda. Misalnya pada pukul 12:00 menawarkan flash sale produk fashion, seperti pakaian dan aksesoris yang dijual mulai dari Rp10 ribu. Pada pukul 15:00 akan dijual produk elektronik dan digital dengan diskon mulai dari 50%.

Sedangkan Tokopedia menggelar flash sale pada pukul 09:00,12:00, dan 17:00. Produk yang ditawarkan berupa alat rumah tangga, makanan hewan peliharaan, aksesoris elektronik, dan juga pakaian. Pengguna yang berbelanja melalui aplikasi juga mendapatkan gratis ongkos kirim.

Berbagai tawaran itupun menarik perhatian warganet. Twitter menganalisa percakapan terkait belanja selama momen-momen pesta diskon di Indonesia. Hasilnya, pada tahun lalu, pengguna Twitter mulai membicarakan tentang belanja dan travelling sejak bulan September. 

“Jumlah cuitan di Twitter tentang berbelanja meningkat dua kali lipat pada momen hari berbelanja nasional seperti 9.9, 10.10, 11.11, dan 12.12, dibandingkan periode biasanya,” demikian dikutip dari siaran pers, 30 Oktober 2019 lalu.

(Baca: Dua Jam Pertama Pesta Diskon 11.11 Alibaba Cetak Penjualan Rp 257 T)

Bagaimanapun, perusahaan keamanan siber Kaspersky mengingatkan bahwa lonjakan volume transaksi saat pesta diskon 11.11 berisiko juga terhadap peningkatan potensi kejahatan.

Kaspersky mengatakan, peningkatan penipuan siber (phising) terjadi sebelum 11 November 2018 dan meningkat tajam pada 11.11. Pada Oktober 2018, kejahatan siber mencapai 350 ribu per hari. Mendekati 11.11, jumlahnya lebih dari 950 ribu per hari.

“Kami mendapati serangan spam dan phishing serupa pada saat ini, sehingga mendesak semua orang untuk berhati-hati dengan aktivitas pembelian mereka,” demikian dikutip dari keterangan resmi Kaspersky, Senin (11/11).

Para peneliti Kaspersky juga menemukan beberapa ancaman berupa malware yang menyamar sebagai aplikasi seluler e-commerce yang tengah populer. Dengan begitu, pengguna bisa saja salah mengunduh aplikasi e-commerce menjelang 11.11.

Pada 2018, jumlahnya mencapai 93%. Peneliti keamanan siber di Kaspersky Andrey Kostin menyampaikan, para pelaku kejahatan memilih pesta diskon 11.11 untuk beraksi karena ada banyak promosi yang dapat membuat konsumen lengah.

Untuk itu,  Anda harus lebih waspada, misalnya dengan mengunduh aplikasi hanya melalui tautan resmi. “Penipu pastinya akan menjadi lebih aktif selama periode ini,” katanya.

(Baca: Penipuan Siber Melonjak Saat 11.11, Perusahaan Rusia Beri Empat Saran)

Reporter: Aria W. Yudhistira, Tri Kurnia Yunianto
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait