Fitur Pelindung Privasi WhatsApp, Aplikasi Chat Milik Facebook

Dengan jumlah pengguna aktif mencapai 1,5 miliar, WhatsApp menjadi aplikasi chat yang paling banyak digunakan di dunia.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
18 September 2019, 18:32
Ilustrasi WhatsApp
PXHERE.COM
Ilustrasi WhatsApp

WhatsApp adalah aplikasi pesan singkat yang digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia. Masyarakat mengandalkan aplikasi ini untuk terhubung dengan keluarga, teman atau bahkan rekan kerja.

WhatsApp juga menjadi aplikasi pesan singkat yang mengutamakan privasi dan keamanan dalam seluruh fiturnya. Dengan demikian, seluruh percakapan yang dilakukan oleh para penggunanya akan terjaga kerahasiaannya.

Sebenarnya, ada beberapa fitur untuk menjaga kerahasiaan informasi yang kita bagikan di WhatsApp. Hanya, fitur privasi di aplikasi ini dapat bekerja optimal apabila kita mengetahui cara menggunakannya. 

WhatsApp pada dasarnya memberikan kebebasan bagi pengguna untuk mengatur tingkat privasi karena tidak seluruh aktivitas kita harus diketahui oleh orang lain yang ada dalam daftar kontak.

Bayangkan ketika Anda sedang berlibur dan WhatsApp Anda menunjukkan status online, seketika itu juga rekan kerja Anda “menyerbu” dengan berbagai urusan terkait pekerjaan. Atau, pernahkan Anda terganggu oleh lawan bicara yang menuntut jawaban karena tanda centang biru?

(Baca: Sukses di Inggris dan Jepang, Facebook Cafe Hadir di Indonesia)

Jika Anda khawatir dengan hal-hal tersebut, berikut beberapa tips bagaimana memanfaatkan fitur privasi di WhatsApp yang perlu diketahui:

Pertama-tama, Anda harus tahu bahwa pesan yang dikirim dan diterima melalui WhatsApp hanya dapat dilihat oleh mereka yang sedang berbincang.

WhatsApp tidak pernah menyimpan pesan di dalam server. Sedangkan fitur enkripsi ujung ke ujung membuat pesan yang dikirim melalui aplikasi ini tidak bisa dibaca oleh pihak ketiga.

Kemudian, Anda dapat mengatur kerahasiaan akun. Caranya: Buka “Pengaturan” lalu pilih “Akun” dan pilih “Privasi”. Di sana, Anda bisa menonaktifkan Read Receipt atau “Laporan Dibaca” yang berupa centang biru agar tidak ada tanda yang menunjukkan bahwa Anda telah membaca pesan tersebut.

Bahkan, Anda dapat menonaktifkan notifikasi semua atau sebagian pesan yang diterima. Caranya mudah: buka “Pengaturan” lalu pilih “Notifikasi”. Di sana, Anda dapat menentukan notifikasi mana saja yang ingin ditampilkan. Ini berlaku untuk pesan personal maupun group. Anda juga dapat menentukan notifikasi yang muncul di layar dalam bentuk banner, suara atau getaran.

(Baca: Yahoo Down, Riwayat Raksasa Uzur yang Sempat Tolak Pinangan Microsoft)

WhatsApp juga mengadopsi fitur Verifikasi Dua Langkah atau Two-step Verification. Pertama, kode atau nomor yang dikirimkan melalui pesan singkat atau panggilan telepon ketika pertama kali mengaktifkan WhatsApp. Kedua, 6 digit PIN yang harus Anda buat sendiri.

Lebih lanjut, Anda bisa mengatur siapa saja yang dapat melihat profil foto yang Anda pasang di WhatsApp. Caranya: Buka "Pengaturan" lalu pilih "Akun", kemudian pilih "Pribadi".

Di sana, Anda dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat foto profil, baik itu semua orang, atau hanya mereka yang ada di daftar kontak, atau bahkan tidak siapapun. Fitur ini bisa berlaku juga untuk pengaturan Status, Terakhir Dilihat (last seen), Tentang (about) hingga Lokasi (live location) Anda.

WhatsApp adalah aplikasi pesan instan untuk smartphone. Jika dilihat dari fungsinya, WhatsApp hampir sama dengan aplikasi SMS, tetapi WhatsApp tidak menggunakan pulsa, melainkan data internet.

Selain itu, karena berbasis internet, WhatsApp memiliki fitur yang lebih kaya. Selain berkirim teks, WhatsApp juga dapat digunakan untuk bertukar kontak, mengirim foto dan video dari galeri maupun kamera, dokumen, hingga lokasi. Bahkan, WhatsApp juga dapat digunakan untuk bertelepon dan panggilan video.

(Baca: Facebook Tanggapi Kabar 419 Juta Data Pengguna Bocor)

WhatsApp didirikan pada 24 Februari 2009 oleh mantan pegawai Yahoo, Brian Acton dan Jan Koum. Bermodalkan tabungan sebesar US$ 400 ribu, mereka bekerja sama dengan pengembang aplikasi iPhone bernama Igor Solomennikov yang berasal dari Rusia.

Setelah melewati fase beta yang cukup panjang, pada bulan November 2009, WhatsApp diluncurkan di App Store. Kemudian, pada bulan Januari 2010 WhatsApp mengembara ke BlackBerry Store dan disusul Android pada bulan Agustus.

Popularitas WhatsApp pun melesat di hampir semua platform. Per Februari 2013 pengguna aktif WhatsApp meledak di angka 200 juta. Angka ini membengkak dua kali lipat pada bulan Desember dan naik lagi menjadi 500 juta pada bulan April 2014

Pesatnya pertumbuhan itulah yang menarik perhatian Facebook hingga meminang WhatsApp Inc dengan mahar sebesar $19 miliar pada 2014. Kini, dengan jumlah pengguna aktif mencapai 1,5 miliar, WhatsApp menjadi aplikasi chat yang paling banyak digunakan di dunia.

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait