Susul Bukalapak dan Tokopedia, Shopee Siap Luncurkan Reksa Dana

“Ini hanya soal waktu,” kata Daniel Minardi, Head of Brands Management Shopee Indonesia saat ditanya soal rencana peluncuran produk reksa dana.
Pingit Aria
17 September 2019, 17:02
Peresmian kampanye 9.9 Super Shopping Day 2019.
Shopee
Peresmian kampanye 9.9 Super Shopping Day 2019.

Shopee berencana meluncurkan produk investasi seperti emas dan reksa dana di platformnya. Strategi ini sebelumnya telah dilakukan oleh Tokopedia dan Bukalapak.

“Itu pasti akan dilakukan, jadi hanya soal waktu,” kata Daniel Minardi, Head of Brands Management Shopee Indonesia saat ditanya soal rencana peluncuran produk reksa dana di Jakarta, Selasa (17/9).

Daniel menyatakan, Shopee saat ini telah menjual produk digital, seperti voucher isi ulang pulsa atau tiket kereta api. Maka, menurutnya, penjualan produk investasi digital juga dapat dilakukan dalam waktu dekat karena platformnya sudah ada.

Sebelumnya, dua perusahaan marketplace yang juga unicorn Indonesia, Tokopedia dan Bukalapak telah meluncurkan produk reksa dana di platform masing-masing. Investasi digital ini banyak menarik investor milenial.

Advertisement

(Baca: Pemerintah Minta E-Commerce Cantumkan Pajak Impor di Harga Transaksi)

Bukalapak menjual produk reksa dana sejak Desember 2017. Saat itu, Bukalapak bekerja sama dengan PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa) sebagai agen penjual efek reksa dana (APERD) yang memiliki lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di antara produk reksa dana yang dihadirkan melalui fitur ‘BukaReksa’ adalah reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham, beserta produk syariah. Masyarakat dapat berinvestasi di masing-masing produk mulai Rp 50.000 dan Rp 100.000.

Sedangkan Tokopedia mulai meluncurkan produk investasi reksa dana di platformnya sejak Maret 2018. Seperti Bukalapak, Tokopedia bekerja sama dengan Bareksa dalam penyediaan fitur pembelian reksa dana online. Imbal hasil produk reksa dana yang tersedia di dalam platform berkisar 6%-7% per tahun.

(Baca: Pendiri Bareksa Ditunjuk Jadi Presiden OVO)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait