Peluncuran Fintech BUMN LinkAja Tertunda, Bisa Diunduh 1 Maret 2019

Fintech yang melibatkan beberapa BUMN, LinkAja akan menyediakan layanan pembayaran e-commerce hingga transportasi.
Desy Setyowati
21 Februari 2019, 10:39
Telaah - Fintech
rawpixel/123rf

Operasional financial technology (fintech) pembayaran pelat merah LinkAja yang semula direncanakan pada 21 Februari 2019, mundur hingga 1 Maret 2019. Namun, khusus pengguna TCash sudah bisa memperbaharui aplikasinya menjadi LinkAja mulai besok.

"Layanan TCash tidak lagi bisa diakses setelah layanan LinkAja diluncurkan pada 22 Februari," demikian dikutip dari situs resmi TCash, Rabu (20/2).

TCash adalah layanan fintech pembayaran besutan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Seiring dengan pembentukan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) pada 21 Januari 2019, TCash dilebur dengan fintech pembayaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya menjadi LinkAja.

Selain TCash, TBank dan MyQR milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), e-cash dari PT Bank Mandiri Tbk, serta yap! dan UnikQu dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan bergabung menjadi LinkAja.

Advertisement

(Baca: Fintech BUMN LinkAja Ajukan Dua Permohonan Izin ke Bank Indonesia)

Layanan yang tersedia di keenam fintech pembayaran tersebut, akan hadir pula di LinkAja. Layanan pembayaran itu mulai dari tagihan seperti listrik, air, dan internet, transaksi di mitra, moda transportasi hingga pembelian di e-commerce.

Pengguna LinkAja juga bisa melakukan transfer uang ke sesama pelanggan dan ke nasabah bank BUMN. Isi ulang (top-up) pun bisa dilakukan melalui e-channel bank BUMN, termasuk PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Untuk menyediakan layanan ini, LinkAja sudah mengajukan izin ke Bank Indonesia (BI) sejak Oktober 2018.

Dua pesaing LinkAja yakni OVO dan Go-Pay cukup banyak digunakan untuk pembayaran transportasi. TCash pun bisa digunakan untuk layanan transportasi seperti Trans Semarang, Railink, dan Kereta Api Indonesia.

TCash sebelumnya juga sudah berdiskusi dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk kerja sama perihal pembayaran Kereta Rel Listrik (KRL) komuter. Semua layanan ini juga akan hadir di LinkAja.

(Baca: Dikabarkan Jadi Unicorn, OVO Fokus Tingkatkan Transaksi)

Selain itu, layanan PT Pertamina,  PT Danareksa, dan PT Asuransi Jiwasraya akan hadir di LinkAja. Sebab, Pertamina memiliki 7% dan Jiwasraya 1% saham Finarya. Mayoritas kepemilikan akan dipegang oleh Telkomsel dengan porsi 25%. Lalu, Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing memegang 20% kepemilikan.

Adapun bagi pengguna fintech pembayaran BRI, Bank Mandiri, dan BNI yang masih memiliki saldo di akunnya, bisa memindahkan uangnya ke LinkAja.

Caranya, pengguna harus mengunduh aplikasi LinkAja atau memperbaharui TCash. Saldo otomatis berpindah per 1 Maret 2019, jika pelanggan mendaftarkan nomor ponsel yang sama dengan akun sebelumnya ke LinkAja. Pengguna akan mendapat notifikasi melalui SMS terkait pemindahan saldo.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait