Fore Coffee Raih Pendanaan Rp 127 Miliar dari East Ventures

Fore Coffee menghubungkan industri kopi dan ekonomi digital di Indonesia.
Cindy Mutia Annur
1 Februari 2019, 09:14
Fore Coffee
Fore Coffee
Fore Coffee meraih pendanaan sebesar US$ 8,5 juta atau setara dengan Rp 127 miliar dari East Ventures dan beberapa investor lain, Kamis (31/1)

Fore Coffee meraih pendanaan sebesar US$ 8,5 juta atau setara dengan Rp 127 miliar. Pendanaan ini diperoleh dari East Ventures, SMDV, Pavilion Capital, Agaeti Venture Capital, Insignia Venture Partners, dan beberapa angel investor.

Lewat dana tersebut, Fore Coffee akan menggunakannya untuk mempercepat inovasi dalam memberikan online-to-offline customer experience. Tujuannya, agar dapat menghadirkan pelayanan dengan kopi enak, mudah ditemukan, layanan cepat, dan harga bersahabat.

Tak hanya itu, Fore Coffee juga akan berinvestasi pada mesin teknologi tinggi untuk mendapatkan kopi dengan kualitas terbaik dan meluncurkan produk-produk baru.

Startup yang didirikan oleh Robin Boe, Jhoni Kusno, dan Elisa Suteja ini, berfokus menghadirkan specialty coffee guna mendorong permintaan terhadap kopi Arabica. Fore Coffee memilih biji kopi terpilih serta diolah secara professional untuk menjaga kualitasnya.

Advertisement

(Baca: Konsumsi Domestik Rendah, Bisnis Kedai Kopi Terus Prospektif)

“Kami menggunakan berbagai teknologi, mulai dari aplikasi mobile yang kami buat sendiri, serta teknologi yang telah ada, seperti MokaPOS untuk memantau pembayaran, Member.id untuk loyalty platform, serta Go-Food, Grab Food, dan Traveloka Eats sebagai platform distribusi,” ujar Robin Boe, CEO Fore Coffee dalam siaran persnya, Kamis (31/1).

Dalam kurun waktu lima bulan, Fore Coffee mampu berkembang hingga memiliki 16 outlet. Penjualannya sudah mencapai lebih dari 100 ribu cangkir kopi setiap bulannya. Selain itu, aplikasi Fore Coffee juga menjadi nomor 1 untuk kategori F&B di iOS Appstore dan Google Playstore.

Lewat strategi online-to-offline (O2O), Fore Coffee mengintegrasikan teknologi seperti aplikasi mobile dan kehadiran toko retail. Aplikasi tersebut dibuat untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan produk dan layanan yang diinginkan.

(Baca: Sana Studio dan Kopi, ‘Menjual’ Tren Gaya Hidup Sehat)

Beberapa outlet mereka dikhususkan untuk melayani pemesanan secara online saja. Hal ini memungkinkan pelanggan dari berbagai lokasi agar mendapatkan minuman yang diinginkan dalam waktu yang lebih cepat. Salah satu outlet-nya yang berada di wilayah Sudirman bahkan bisa melayani pesanan selama 24 jam dan menjadi outlet kopi pertama yang mempunyai fasilitas drive-through.

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait