E-Commerce JakMall Targetkan Keuntungan Naik 100% pada 2019

Pendapatan JakMall diperoleh dari reseller, supplier, hingga mitra logistik.
Desy Setyowati
29 Januari 2019, 13:16
JakMall
JakMall
Sugiri R. Wijaya, Co-Founder & Chief Business Development Officer Jakmall dan Reza Aggi Prasetyo - Co-founder & Chief Marketing Officer Jakmall di Jakarta, Selasa (29/1).

E-commerce JakMall menargetkan keuntungan meningkat dua kali lipat pada 2019. Keuntungan JakMall diperoleh dari biaya yang ditetapkan kepada reseller dan mitra, seperti supplier ataupun perusahaan logistik.

Di luar itu, JakMall tidak mengenakan biaya kepada para penjual, karena ingin memastikan harga produk di platform-nya termasuk yang termurah. "Tahun ini kami target (keuntungan) naik 2 kali lipat dan transaksi naik 50% (dari tahun lalu)," ujar Co-founder & Chief Marketing Officer (CMO) JakMall Reza Aggi Prasetyo di Jakarta, Selasa (29/1).

Untuk mencapai target tersebut, JakMall fokus meningkatkan jumlah pengguna. Saat ini, JakMall memiliki 1,7 juta pengguna yang 3 ribu di antaranya merupakan reseller. "Kami target jumlah pengguna naik lima kali lipat," katanya.

JakMall memang menyediakan fitur khusus untuk pembeli yang merupakan reseller. Karena mereka umumnya membeli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali, JakMall bisa memungut biaya bagi hasil dalam jumlah tertentu.

Advertisement

(Baca: Fintech Agregator Cermati Targetkan 8 Juta Pengunjung Bulanan)

Pada saat Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), JakMall mencatat ada lebih dari 50 ribu produk terjual dalam sehari. Jumlah tersebut, meningkat 4,5 kali lipat dibanding hari biasanya. Produk yang paling banyak dibeli adalah gawai dan aksesoris.

Dari jumlah tersebut, 75% pembeli di platform Jakmall merupakan reseller. Hal ini berbanding terbalik ketika JakMall menyelenggarakan Black Friday pada 23 November 2018, 63% yang bertransaksi merupakan pembeli individu.

Selain meningkatkan jumlah pengguna, JakMall fokus memertahankan jargon produk yang dijualnya asli dan paling murah. Untuk itu, JakMall selektif memilih penjual. "Ada 2.152 penjual yang (antre) mendaftar ke platform kami, tapi ditunda," kata Co-Founder & Chief Business Development Officer JakMall Sugiri R Wijaya.

JakMall memiliki tim sendiri untuk membandingkan harga dari produk penjual yang mendaftar dengan produk sejenis di e-commerce lain. Tim ini juga akan menilai keaslian dan ketersediaan produk. Maka itu, tim ini tak segan-segan untuk memverifikasi langsung ke lokasi penjual.

(Baca: Punya 1.000 Mitra, Airy Berencana Ekspansi Tahun Ini)

JakMall menargetkan ada 50 penjual terdaftar setiap bulannya. Adapun, saat ini JakMall memiliki sekitar 1.500 penjual yang ditarget mencapai 3 ribu di akhir 2019.

Pada kesempatan itu, Sales Manager SiCepat Imam Sedayu mengatakan, bahwa perusahaannya sudah bekerja sama dengan JakMall sejak 2016. "Pengiriman barang dari JakMall bisa 1.500-2 ribu per hari, naik 180% dibanding 2018," ujar dia.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait