Assegaf Hamzah & Partners Danai Startup Marketplace Jasa Hukum Justika

Justika merupakan startup anak usaha HukumOnline yang menghubungkan pengguna dengan konsultan hukum atau pengacara secara online.
Desy Setyowati
23 Januari 2019, 08:47
digital
Olah foto digital dari 123rf

Startup marketplace jasa hukum Justika mengumumkan pendanaan Pra Seri A yang diperolehnya. Salah satu firma hukum di Indonesia, Assegaf Hamzah & Partners (AHP) turut serta dalam putaran pendanaan tersebut.

Managing Partner AHP Bono Daru Adji mengatakan, partisipasi perusahaan dalam pendanaan ini untuk ikut membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia terhadap jasa hukum dari advokat profesional. Hanya ia enggan menyebutkan besaran investasi yang diberikan.

Sebab, berdasarkan pengalamannya, minimnya akses dan ketidaktahuan menjadi persoalan besar masyarakat dalam menyelesaikan masalah hukum yang mereka hadapi. "Kami ikut berinvestasi di Justika untuk secara aktif menyelesaikan masalah tersebut," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Katadata, kemarin (22/1).

(Baca: Ideosource Danai Lima Film Baru Tahun Ini)

Menurutnya, Justika unggul dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM), yang merupakan kombinasi tim produk teknologi dan advokat profesional yang berpengalaman. "Kami juga melihat pentingnya peran legal tech ke depan. Kami percaya, inovasi dalam teknologi bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan akses jasa hukum di Indonesia," ujarnya.

CEO Justika.com Melvin Sumapung pun menyambut baik kerja sama dengan AHP. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan tujuan Justika yakni menjadi platform terpercaya bagi masyarakat dan advokat.

Adapun Justika merupakan anak perusahaan HukumOnline.com. Justika mengembangkan produk-produk teknologi, yang secara spesifik bertujuan untuk mempermudah pertemuan klien dengan advokat.

(Baca: Gojek Gandeng Startup Blockchain untuk Hadirkan Go-Pay di Filipina)

Justika memiliki basis data ratusan advokat dan sudah menerima ratusan aduan kasus. Justika menyediakan platform konsultasi telepon otomatis, dengan harga yang kompetitif, akses cepat, dan praktis karena menggunakam teknologi.

Sementara AHP berdiri pada 2001, dan memiliki lebih dari 140 fee earners. AHP juga dikenal sebagai firma hukum yang cukup inovatif. Hal ini diperkuat dengan perhargaan “The Most Innovative Law Firm” oleh IFLR Asia Awards 2018.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait