Pemerintah Tak Buru-buru Lelang Frekuensi Bolt dan First Media

Smartfren dan Telkomsel sudah menyatakan minat.
Desy Setyowati
9 Januari 2019, 17:00
Bolt
Katadata/Desy Setyowati
Beberapa pelanggan melakukan proses refund di gerai Bolt, Puri Kembangan, Jakarta, Selasa (1/1).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah mencabut izin penggunaan frekuensi 2,3 Ghz milik First Media Tbk, PT Internux (Bolt), dan PT Jasnita Telekomindo per 28 Desember 2018 lalu. Namun, pemerintah tak akan melelang slot frekuensi yang kosong itu dalam waktu dekat.

"Tidak ada pemikiran jangka pendek. Tidak ada, kemarin dicabut, lalu langsung ditenderkan," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (9/1).

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo Ismail MT sempat menyampaikan, instansinya masih mengkaji pemanfaatan ketiga frekuensi 2,3 Ghz tersebut. "Kami upayakan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat. Yang jelas, hak-nya kembali ke negara," kata dia, akhir Desember lalu.

Sementara itu, PT Smartfren Telecom mengaku berminat untuk mengikuti lelang ketiga frekuensi 2,3 Ghz tersebut. "Belum diputuskan. Tapi minat itu ada,” Chief Executive Officer (CEO) Smartfren Djoko Tata Ibrahim.

Advertisement

(Baca: Bolt dan First Media Sudah Kembalikan Dana 4.711 Pelanggannya)

Kapasitas internet Smartfren saat ini menurutnya sudah cukup. Namun, ia melihat bahwa kebutuhan akan layanan data tumbuh begitu cepat. Maka dari itu, ia memandang bahwa kapasitas internet itu perlu ditambah. “Kalau melihat potensi pasar di Indonesia, memang (kapasitas internetnya) kurang,” ujarnya.

Selain Smartfren, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) tengah mengkaji untuk mengambil frekuensi 2,3 Ghz bekas ketiga perusahaan tersebut. Hanya, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah menyatakan bahwa saat ini kapasitas internet Telkomsel masih besar. "Saat ini spektrum kami masih cukup,” ujarnya.

Sementara Chief Sales and Distribution Officer PT Indosat Tbk Hendri Mulya Syam sempat berkomentar perihal slot frekuensi 2,3 Ghz yang kosong. Ia mengaku tidak tertarik dengan frekuensi itu.  "Kalau hanya (untuk) regional sangat sulit untuk kami berkompetisi," katanya, akhir November lalu.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait