Aplikasi Gojek Indonesia Bakal Bisa Dipakai di Singapura

Saat ini aplikasi Gojek di Singapura masih versi beta.
Desy Setyowati
4 Januari 2019, 09:29
Taksi Online
Antara/ Wahyu Putro
Seorang penggunan menunjukan fitur transportasi online.

Tak seperti di Vietnam dan Thailand, aplikasi Gojek hadir dengan nama yang sama di Singapura. Dengan begitu, aplikasi Gojek yang biasa dipakai oleh pengguna di Indonesia, nantinya juga bisa digunakan di Singapura.

Hanya, hal itu belum bisa dilakukan saat ini karena aplikasi Gojek di Singapura masih versi beta. "Saat ini aplikasi Gojek baru dapat digunakan oleh pelanggan terpilih," kata Vice President Corporate Affairs Gojek Michael Reza Say kepada Katadata, kemarin (3/1).

Pelanggan terpilih itu adalah nasabah DBS atau POSB Bank. Gojek memang bekerja sama dengan kedua bank untuk memudahkan pembayaran di Singapura.

Aplikasi Gojek di Singapura pun tengah disempurnakan. "Nantinya, begitu aplikasi tersedia untuk umum, pengguna asal Indonesia yang mengunjungi Singapura dapat menggunakan aplikasi Gojek yang sama," kata Michael.

Advertisement

(Baca: Setelah Uji Coba, Gojek Perluas Layanan ke Seluruh Singapura)

Namun, karena pemerintah Singapura melarang kendaraan roda dua sebagai transportasi umum, maka layanan yang tersedia hanya Go-Car. Gojek yang telah mengembangkan 22 fitur di Indonesia pun belum mau menyebutkan, kapan layanan lainnya bakal hadir di Singapura.

Adapun metode pembayaran untuk layanan Gojek versi beta di Singapura adalah kartu kredit dan tunai. Ke depan, Gojek bakal menambah metode pembayaran. Bukan tidak mungkin, Gojek juga bakal menggunakan dompet digital milik Bank DBS, yakni DBS PayLah!, meskipun sudah memiliki Go-Pay.

Sebelumnya, Group Head of Consumer Banking & Wealth Management Bank DBS sempat menyampaikan, perusahaannya memiliki empat juga pengguna kartu kredit, debit, dan PayLah!. "Kami bermitra dengan perusahaan ber-visi sama, seperti Gojek intuk membangun ekosistem digital yang inklusif bagi nasabah kami," ujarnya, beberapa waktu lalu (12/11/2018).

Presiden Gojek Andre Soelistyo pun mengatakan, kemitraan ini merupakan langkah tepat sebab kedua perusahaan memiliki komitmen yang sama, yakni memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen. "Kami mendapat tanggapan luar biasa dari komunitas driver sejak kami membuka pra-pendaftaran. Kami yakin, melalui kemitraan dengan DBS, kami akan mendapat sambutan serupa dari konsumen," ujarnya.

(Baca: Luncurkan Aplikasi di Singapura, Gojek Contek Peta Grab?)

Adapun layanan versi beta Gojek tersedia di Singapura sejak November 2018 secara terbatas di Central Business District Singapura, Jurong East, Changi, Punggol, Ang Mo Kio, dan Sentosa. Pada awal 2019, layanan versi beta Gojek sudah meluas ke seluruh Singapura.

Straits Times melaporkan, Gojek sudah menerapkan tarif dinamis di awal 2019 ini. Pada tahun lalu, Gojek menetapkan tarif dasar sebesar U$ 2,7 lalu berlanjut 65 sen per kilometer (km). "Penetapan harga dinamis telah diperkenalkan sebagai bagian dari fase beta kami yang berkelanjutan," kata juru bicara Gojek.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait